Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Nanang Pinta Masyarakat Terus Jaga Silaturahmi

Published

on

MERBAU MATARAM Alteripost.co – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto beserta Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Winarni, menghadiri kegiatan rutin Majlis Dzikir dan Manaqib Qubro serta Halal Bihalal di desa Lebung Sari, Kecamatan Merbau Mataram, Sabtu (28/5/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah an Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Lampung Selatan.

Hadir pada kegiatan tersebut, para Pejabat struktural dilingkungan Pemkab Lampung Selatan, Camat Merbau Mataram dan Kepala Desa se-Kecamatan Merbau Mataram, Mudir Idharoh Wusto Jatman Provinsi Lampung Al-Habib Assadulloh Assegaf.

Qomariyah selalu Kepala Desa Lebung Sari dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Bupati beserta ibu yang di tengah kesibukkannya masih menyempatkan hadir di kegiatan halal bihalal ini.

Ia juga mengatakan sebagai Kepala Desa, dirinya bersama perangkat desanya siap melaksanakan tugas untuk memajukan Lampung Selatan.

“Terimakasih kepada bapak Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto berserta Ibu Winarni yang telah hadir ditengah-tengah kami semua,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, K.H. Ahmad fatoni selaku ketua panitia kegiatan sekaligus ketu pengurus Jatman Kabupaten mengatakan, kegiatan rutin ini sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid 19.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berlangsung setelah sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi, Semoga kegiatan kita hari ini diberkahi dan membawa manfaat serta kebaikan untuk diri kita pribadi,” katanya.

Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan, situasi PPKM di Lampung Selatan kini telah turun menjadi level 1 atau zona hijau. Hal ini, kata dia merupakan hasil dari kerjasama serta kerja keras seluruh jajaran terkait.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Nanang, kegiatan seperti ini sudah bisa dilaksanakan, meski dalam pelaksanaannya masih harus menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Berkat kerjasama gotong royong kita bisa menurunkan pandemi Covid-19 yang terjadi kita bisa melakukan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Bahkan, Nanang pun sangat mendukung diadakannya kegiatan ini, sehingga seluruh umat muslim di Lampung Selatan dapat terus menjaga tali silatirahmi dan kebersamaan guna kemajuan daerah Lampung Selatan.

“Saya pribadi sangat mendukung kegiatan ini dan jangan sampai kegiatan yang mulia ini hilang dan tidak dilaksanakan,” ungkapnya lebih lanjut.

Dirinya menyampaiakan, mengenai jalan rusak menuju kecamatan Merbau Mataram sampai perbatasan dengan Lampung Timur akan diperbaiki agar mobilitas masyarakat lancar.

“Saya menuju kesini agak lama karena akses jalannya rusak, nanti untuk kelancaran masyarakat saya akan mengusahakan perbaikan,” ungkapnya.(*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Bersama Bima Arya, Bupati Egi Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Penguatan SDM

Published

on

Alteripost Kalianda – Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.

Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.

Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.

Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading