Connect with us

Lampung

PWI Lampung Kunjungan ke PT Nestle, Rawat Komunikasi dan Harmonisasi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
PT Nestlé Indonesia menerima kunjungan jajaran pemimpin PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Lampung ke Pabrik Nestlé Panjang, Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan operasional di Pabrik Nestlé Panjang kepada pihak PWI. Beberapa agenda di dalam pabrik antara lain seperti adanya sesi diskusi, penjelasan proses produksi dan juga demo cooking MAGGI, yang memperlihatkan cara mengolah produk MAGGI secara langsung.

Penyambutan kunjungan PWI Lampung ke Pabrik Nestlé Panjang ini turut dihadiri Siti Sufintri Rahayu (Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia), Dindin Suzaridian (Business Executive Officer, Food PT Nestlé Indonesia), Norman Tri Handono (Factory Manager Pabrik Nestlé Panjang), H. Wirahadikusumah, S.P (Ketua PWI Lampung), Andi Syahputra Panjaitan (Sekretaris PWI Lampung), Ir. Hj. Ratna Minangsari (Bendahara PWI Lampung), dan jajaran pimpinan maupun perwakilan anggota PWI Lampung.

Siti Sufintri Rahayu mengapresiasi kegiatan kunjungan jajaran PWI Lampung ke Pabrik Nestlé Panjang.

“Merupakan kebanggaan bagi kami untuk dapat menyambut rekan-rekan dari PWI Lampung, dan kami harap kunjungan kali ini dapat menjadi hal yang bermanfaat bagi rekan-rekan.” Ujar Siti Sufintri Rahayu

Hubungan PT Nestlé Indonesia dan PWI kata dia, sudah terjalin sejak lama, melalui berbagai kerja sama, termasuk kegiatan Safari Jurnalistik.

“Dengan adanya kegiatan kunjungan ini, kami berharap hubungan antara PT. Nestlé Indonesia dan PWI semakin mengerat, dan melahirkan berbagai kerja sama lainnya, termasuk dalam mengedukasi dan menyebarkan informasi bermanfaat bagi masyarakat.” ujar dia.

Sementara itu, Dindin Suzaridian menjelaakan l pihaknya merasa bangga dapat menceritakan alur produksi MAGGI di Pabrik Nestlé Panjang. Dirinya berharap dari pertemuan ini, PWI dapat mendapatkan wawasan baru dan senantiasa mendukung agar MAGGI semakin dikenal oleh keluarga-keluarga Indonesia.

Pada kesempatan itu, perwakilan PWI turut diperkenalkan dengan Edufarm atau kebun percontohan Nestlé, di mana terdapat berbagai tanaman kopi yang dapat dilihat proses penanaman dan pemanenannya. Kebun percontohan ini merupakan salah satu dukungan Nestlé Indonesia terhadap para petani kopi lokal untuk menerapkan good agricultural practices.

Ditempat yang sama Norman Tri Handono mengapresiasi PWI Lampung yang senantiasa bekerja sama dengan Pabrik Nestlé Panjang.

“Semoga dengan kunjungan hari ini, rekan-rekan PWI Lampung dapat semakin memahami alur dan kinerja Nestlé yang terus berupaya untuk maju bersama Indonesia.” pinta dia.

***

Tentang Nestlé Indonesia
Nestlé Indonesia adalah anak perusahaan Nestlé S.A., produsen makanan dan minuman terbesr di dunia yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. Sebagai perusahaan di bidang gizi, kesehatan dan keafiatan, Nestlé telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun dan hadir di 187 negara di seluruh dunia, dengan lebih dari 2.000 merek yang memiliki tujuan untuk menggunakan potensi makanan guna meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang.

Nestlé Indonesia didirikan pada tahun 1971 dan mempekerjakan sekitar 3.600 karyawan. Nestlé Indonesia memiliki tiga pabrik di Indonesia yang memproduksi berbagai produk susu, makanan dan minuman dengan merek-merek terkenal seperti DANCOW, MILO, NESCAFÉ, LACTOGROW, CERELAC, KITKAT, BEAR BRAND, dan lain-lain.

Pada 2021, Nestlé Indonesia memperingati 50 Tahun di Indonesia, dan kami bangga dengan pencapaian kami sebagai perusahaan yang sukses yang telah menciptakan manfaat bagi peternak sapi perah, petani kopi, mitra bisnis, pelanggan, konsumen dan masyarakat Indonesia. Kami bersemangat untuk maju bersama Indonesia. ( Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading