Connect with us

Lampung Tengah

Bupati Musa Salurkan Bantuan RTLH

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad menghadiri acara Sosialisasi Kabupaten Rumah Tidak Layak Huni di Sesat Agung Nuwo Balak. Senin (11/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut hadir, Anggota DPRD Lamteng, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah terkait, Baznas, Pimpinan BRI, Camat, Kepala Kampung/ Lurah serta penerima bantuan.

Dalam Laporannya Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Perumahan dan Cipta Karya Venny Libriyanto mengatakan, Tujuan ini guna memenuhi hak warga untuk tempat tinggal layak huni yang sehat dan nyaman dengan tujuan akhir mengentaskan kemiskinan di Lamteng, Pelaksanaan ini luar kawasan permukiman kumuh dengan luas di bawah 10 hektar. Pelaksanaan kegiatan ini telah dimulai pada Feruabri – Oktober 2022.

Kegiatan ini terdapat dua sumber dana yakni berasal dari APBD Provinsi di 20 kecamatan 44 kampung 3 kelurahan dengan biaya 4.375.000.000 dengan sasaran 255 Unit Rumah. Serta dana dari DAK Pendampingan sebesar 3.965.000.000 di 5 Kelurahan dengan sasaran 103 Rumah tidak layak huni.

Sementara itu Masyarakat Penerima Bantuan Budi Santoso mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Musa Ahmad dan seluruh jajaran yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga masyarakat yang belum mendapatkan tempat tinggal yang layak bisa tinggal dengan aman, nyaman dan sehat.

Sementara itu Bupati Lamteng Musa Ahmad mengatakan, Program ini merupakan salah satu program Unggulan dari Pemkab Lamteng yang ingin mensejahterakan masyarakatnya.

Musa Ahmad menjelaskan, Sejak awal seluruh APBD Lamteng merupakan uang rakyat yang akan dikelola dengan baik dan 100% kembali ke masyarakat.

Bupati Musa Ahmad mengatakan, Tahun 2022 hampir 500 rumah yang akan diperbaiki dan Pemkab Lamteng memiliki target 1000 rumah sebelum 2024.

Bahkan Dalam kemajuan di Lamteng, tidak hanya berasal dari APBD saja namun perlu adanya kerjasama dan bantuan dari pihak – pihak perusahaan dalam membantu Pembangunan Lamteng.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan

Published

on

Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.

“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar

Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.

“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.

Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.

Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading