Connect with us

Lampung Selatan

Di Bawah Kepemimpinan Bupati Nanang, Pemkab Lamsel Terus Berupaya Sejahterakan Petani

Published

on

Foto: Pemkab Lamsel saat melakukan MoU dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk memberikan kemudahan bagi petani supaya dapat mengajukan asuransi gagal panen

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Di bawah kepemimpinan Bupati Nanang Ermanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berkomitmen dan berupaya dalam menjamin kesejahteraan para petani di bumi khagom mufakat.

Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya Penandatanganan Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemkab Lampung Selatan dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Penandatanganan dilakukan antara Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Bibit Purwanto dengan Kepala Cabang PT. Asuransi Jasindo Lampung Ika Maulana Rusdytia, yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Lampung Selatan, Senin (18/7/2022).

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan, asuransi ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk meringankan beban para petani bila gagal panen.

Adapun, bentuk tanggungan dari asuransi ini adalah pemerintah akan mengganti biaya kerugian akibat gagal panen, sehingga para petani petani dapat melanjutkan kegiatan bertaninya tanpa meminjam uang kepada tengkulak.

“Alhamdulillah dengan adanya MoU asuransi pertanian antara Pemkab Lampung Selatan dengan PT. Asuransi Jasindo, semoga bisa membantu meringankan petani dari resiko-resiko gagal panen,” ujar Nanang.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Asuransi Jasindo Bandar Lampung Ika Maulana Rusdytia menjelaskan, kegunaan dari asuransi tersebut untuk melindungi pertanian dari resiko besar gagal panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan dan serangan hama dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Hal ini merujuk ke pedoman umum yang terdapat pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 40/Permentan/SR.230/7/201.

“Seluas 1500 hektar area lahan untuk asuransi tani padi, asuransi itu dibuat oleh Kelompok Tani melalui PPL ke Dinas TPH Bund, melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi Pertanian) nanti diferifikasi oleh Jasindo dan akan diterbitkan polisnya setelah dilakukan pembayaran oleh Kelompok Tani,” timpalnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Dinas Pendidikan Lampung Selatan Siagakan Layanan Pengaduan Selama SPMB

Published

on

Alteripost Kalianda – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran “jasa titipan” yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.

Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.

“Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid,” kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.

Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang,” tegas Syaifulloh.

Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.

Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.

“Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya,” ujar Syaifulloh. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading