Lampung
Kain Tapis Lampung Kembali Tampil di Event Nasional
Alteripost.co, Jakarta-
Wastra Lampung yakni kain tapis hasil karya desainer ternama Oscar Lawalata, tampil pada acara penutupan Jaga Warisan Nusantara (Jagantara) di Ashta District 8, Jakarta, Minggu (21/8/2022) malam.
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan istri Yanti Airlangga serta sejumlah pejabat turut menyaksikan Fashion Show Tapis Lampung tersebut.
Pesona kain tapis yang ditampilkan menjadi baju dan gaun indah dipakai beberapa model yang melenggak lenggok diiringi musik dan sangat memukau pengunjung acara.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal mengatakan, dirinya sangat terharu dan bangga karena wastra Lampung tapis itu bisa tampil di acara penutupan Jaga Warisan Nusantara (Jagantara) yang diselenggarakan oleh Warisan Budaya Indonesia (WBI) dan merupakan event Nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua WBI, Ibu Yanti Airlangga yang memberi kesempatan Oscar Lawalata membawakan wastra tapis menjadi baju-baju dan gaun yang sangat indah. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi parajin yang ada di Provinsi Lampung, karena hasil mereka di tangan para desainer ini menjadi sesuatu hal yang luar biasa,” ucap Riana Sari.
Riana Sari Arinal juga menyampaikan bahwa banyak sekali yang memuji keindahan dari kain-kain tapis, mudah-mudahan kedepannya wastra Lampung akan lebih berjaya lagi.
“Bulan depan Insya Allah dalam acara kriya Nusa akan tampil juga karya-karya Oskar, yaitu berupa batik batik Lampung yang dibuat baju juga dan itu nanti akan ada di Kriya Nusa,” sambungnya.
“Semangat terus untuk para perajin ya terus berkarya dan Insya Allah ke depannya wastra di provinsi Lampung akan semakin mendunia,” tutup Riana Sari.
Sementara itu, WBI Foundation Yanti Airlangga memuji semangat Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal yang terus berusaha mengangkat Wastra Lampung dengan berbagai kegiatan yang dilakukan.
Dengan semangat Riana Sari memajukan Wastra Lampung, Yanti Airlangga yakin Wastra Lampung akan lebih baik dan perajin kian semangat.
Dalam kesempatan tersebut, selain dihadiri Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal, hadir juga Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat dan istri. Wakil Ketua Dekranasda Hj. Mamiyani Fahrizal, Ketua Dekranasda Pringsewu Rusdiana Adi, Ketua Dekranasda Mesuji Porri Sulpakar. Serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk menyaksikan secara langsung Fashion Show spesial Tapis Lampung. (rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

