Connect with us

Politik

Tatap Pilkada 2024 Serentak di Lampung, Cakada Milenial Berpotensi Hadirkan Solusi

Published

on

Foto: Pengamat politik Darmawan Purba (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya di Lampung, jika dilihat dari sisi bonus demografi yang dimiliki, maka berpotensi menjadi lumbung suara bagi masing-masing calon untuk memenangkan pesta rakyat tersebut.

Pengamat Politik Darmawan Purba sepakat, bonus demografi jelang Pilkada 2024 khususnya di Lampung ini harus dimanfaatkan dengan maksimal bagi masing-masing calon yang akan maju, tak menutupi kemungkinan dari Tokoh Muda Lampung yang berkompeten dan memiliki kapasitas untuk memimpin.

“Suara-suara dari kaum milenial ini presentasenya cukup besar karena dampak dari bonus demografi yang kita miliki di 2024 mendatang. Ini tugas dari Calon-calon yang akan maju, bagaimana kepiawaian mereka untuk menggaet suara dari pemilih pemula,” ucap Darmawan, Minggu (18/09/2022).

Darmawan juga merinci, dalam menatap konstelasi Pilkada di Lampung ini setiap calon harus memiliki modal politik, modal sosial dan modal ekonomi (3M).

“Setiap calon harus memiliki modal politik, modal sosial yakni popularitas dan modal ekonomi yaitu logistik yang kuat. Jadi tinggal bagaimana dari tokoh-tokoh milenial ini berani atau tidak untuk ikut berkompetisi dan berhadapan dengan tokoh-tokoh senior di konstelasi Pilkada Lampung,” ujarnya.

Darmawan pun menyarankan, jika memang kaum milenial atau calon pemimpin masa depan hendak berkompetisi di Pilkada Lampung 2024, mereka harus memiliki kapasitas, serta Gagasan-gagasan yang dituangkan dalam program. Sehingga mereka mesti jeli membaca isu yang dikehendaki publik saat ini.

Darmawan berujar, Calon Kepala Daerah (Cakada) milenial juga memiliki potensi untuk menghadirkan solusi daripada ilusi terkait Program-program yang ditawarkan kepada masyarakat. Karena menurut Darmawan, momen Pilkada merupakan bentuk evaluasi kepada Kepala Daerah yang sedang menjabat.

“Jadi momen Pilkada ini merupakan bentuk evaluasi kepada Kepala Daerah yang sedang memimpin. Jika dirasa masyarakat bahwa petahana ini tidak berhasil membawa perubahan, ya rakyat pun berkehendak akan mendapatkan pemimpin yang baru.”

“Jadi tidak menutup kemungkinan Cakada milenial ini dapat menghadirkan solusi dari petahana, selagi kelompok milenial jeli memotret isu-isu sensitif yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading