Politik
PKB Lampung Jaring Ratusan Bacaleg, Target 100 Kursi
Alteripost.co, Lampung-
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung mulai melakukan pembekalan kepada 385 bakal calon legislatif (Bacaleg) se-Provinsi Lampung.
Acara pembekalan akan berlangsung selama satu hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB, pembekalan tersebut di laksanakan di Gedung Podomoro, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Ketua LPP PKB Lampung Dra. Jauharoh Haddad, M.M. mengatakan bahwa ke-385 Bacaleg PKB tingkat Kabupaten, Kota, dan Provinsi akan mendapatkan orientasi mendasar tentang struktur dan cara kerja Partai Kebangkitan Bangsa.
Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan mengingat beragamnya latar belakang para bacaleg.
“Seperti yang kita tahu bacaleg ini kan berasal dari profesi dan latar belakang yang berbeda, maka penting bagi mereka mengetahui ideologi politik PKB,” tutur Jauharoh saat diwawancarai, Kamis (13/10).
Anggota Fraksi PKB Lampung tersebut melanjutkan para bacaleg juga akan diberikan pemahaman tentang politik kebangsaan. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PKB Gus Muhaimin juga akan ikut hadir dan memberikan arahan kepada semua bacaleg guna memperkuat ideologi politik kebangsaan para bacaleg.
“Spesial juga akan hadir Gus Ketum Muhaimin Iskandar yang akan memberikan arahan kepada para bacaleg,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Lampung H. Noverisman Sumbing mengatakan Pileg 2024 mendatang, PKB Lampung menargetkan 100 Kursi dari perolehan 72 kursi pada Pileg 2019.
“InsyaAllah Pileg 2024 mendatang kita targetkan 100 kursi di Provinsi Lampung, itu sangat mungkin karena pada Pileg 2019 lalu kita sudah memperoleh 72 kursi,” tutupnya. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

