Connect with us

Ruwajurai

Mengaku Adik dari Ketua APINDO Lampung, Oknum Crew LF Bersikap Arogan, Yudi Ceper Jadi Korban

Published

on

Foto: (kiri) ID Card yang setengah sobek (kanan) Yudi Ceper yang menjadi korban dari oknum Crew LF yang bersikap arogan (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Meski telah berjalan 14 hari pelaksanaan Lampung Fair yang di langsungkan PKOR Wayhalim Bandarlampung, mulai terkuak aroma-aroma yang mengundang kontroversi, mulai dari oknum penjaga parkir menjual Tiket yang diduga palsu, hingga oknum penjaga pintu masuk yang terindikasi menghalangi jurnalis melakukan tugas jurnalistiknya. Seperti kejadian yang tidak mengenakkan menimpa wartawan LampungUnderCover, Yudi Ceper, Sabtu (12/11/2022).

Yudi Ceper sapaan akrabnya menyebut, dirinya mengalami kejadian tidak mengenakkan karena sempat dilarang masuk oleh oknum penjaga pintu masuk yang notabenenya merupakan crew dari penyelenggara Lampung Fair (LF).

Yudi kembali mengatakan, oknum tersebut tidak menunjukkan keprofesionalannya terhadap dirinya selaku jurnalis, padahal media memiliki peran penting untuk menyukseskan selama kegiatan LF ini berlangsung.

“Tadi saya sudah menunjukkan ID Card Wartawan saya, serta Kartu media Lampung Fair, tetapi mereka masih ngotot, serta seolah-olah tidak percaya dengan penjelasan yang saya berikan,” katanya kepada awak media yang berada di Media Center Lampung Fair.

Yudi kembali menuturkan, sempat Kartu Media dari Lampung Fair tersebut robek akibat ditarik oleh salah satu oknum petugas pintu masuk.

“Saya minta untuk berbagai pihak mulai dari penyegaran hingga EO, segera tindak oknum tersebut supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” tegas Ceper.

Yudi pun menerangkan, saat kronologis kejadian tersebut berlangsung, salah satu oknum kembali bersikap arogan dengan sempat menyebut bahwa dirinya merupakan adik kandung dari Ketua APINDO Lampung Ary Meizari Alfian.

“Tadi Salah satu oknum petugas pintu masuk mengaku bahwa dia adalah adik dari Ketua APINDO Lampung, saya pun kaget karena si oknum tersebut mengatakan hal demikian. Ini mesti jadi catatan khusus yang harus segera ditindaklanjuti dari pihak penyelenggara, serta dari internal APINDO Lampung, lakukan evaluasi dan sikapi dengan serius, lalu berikan sanksi sebagai efek jera,” pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi ihwal kejadian yang menimpa Yudi Ceper, Panitia Pelaksana (Panpel) yang juga Humas LF, Muzzammil, mengklaim pihaknya segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Siap. Prinsipnya akan segera kita tindaklanjuti kejadian tadi, saat ini sedang kita lakukan kroscek dan Pengumpulan Bukti dan Keterangan (Pulbaket),” ucapnya. (Rls/Gus).

 

.

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading