Ruwajurai
Banyak Kontroversi Mewarnai Jelang Penutupan LF, Mico Akui Tak Ada yang Sempurna
Alteripost.co, Bandarlampung-
Perhelatan Lampung Fair (LF) tahun 2022 sudah memasuki waktu akhir. Acara yang dimulai sejak 29 Oktober 2022 ini akan ditutup pada Senin (14/11) malam.
Meskipun begitu, ada segelintir kontroversi yang mewarnai jalannya pesta rakyat tersebut yang menarik perhatian sebagai elemen masyarakat. Mulai dari ada sedikit insiden cek-cok di pintu masuk utama, sampai ada kejadian salah satu pengunjung diduga menjadi korban tiket palsu.
Menanggapi kejadian tersebut, Divisi Komunikasi Publik Apindo Untuk LF 2022, Mico Periyandho mengakui, perhelatan Lampung Fair 2022 tidak luput dari kekurangan, kelalaian, kekhilafan.
Karena itu, Mico secara pribadi dan sebagai bagian dari Apindo Lampung dengan kerendahan hati memohon maaf dan akan menjadikan semua itu sebagai bahan evaluasi, supaya ke depannya kejadian yang kurang mengenakkan tidak kembali terjadi.
“Kami sangat sadar LF 2022 tidak lepas dari segala kekurangan, karena itu selama perhelatan LF 2022 kami sangat terbuka dengan segala kritik. Kami tidak sedikit pun menaruh sakit hati, bersikap reaktif maupun dendam. Justru sebaliknya kami bersikap lapang dada dan menjadikan semua kritikan, hujatan, cemoohan bahkan hinaan sebagai bahan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Tanpa semua itu Lampung Fair 2022 tidak akan berjalan baik,” ucapnya, Minggu (13/11/2022).
Di sisi lain, Mico menambahkan bahwa penutupan Lampung Fair 2022 tidak kalah meriah dengan pembukaan, dan persiapan acara penutupan sudah dilakukan.
“Senin 14 November acara penutupan akan dihadiri artis ibukota The Virgin, ada kembang api dan acara hiburan lainnya. Jadi tidak kalah meriah dari pembukaan,” ujar Mico.
Menurut Mico, dalam acara penutupan Lampung Fair 2022 juga akan diumumkan juara anjungan 1, 2 dan 3. Acara penutupan rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Lampung dan jajaran Pemprov Lampung, serta Forkopimda.
Mico menyebut, pihaknya juga mengundang seluruh kepala daerah kabupaten/kota Se-Lampung.
Mico menyampaikan banyak terima kasih pada seluruh lapisan masyarakat Lampung yang telah hadir, mendukung dan mendoakan kelancaran acara Lampung Fair 2022. Termasuk jajaran PT. Kagumi Utama Indonesia selaku Event Organizer (EO), serta seluruh Crew LF 2022 yang telah bekerja keras menyukseskan LF 2022.
“Terima kasih atas kehadiran, doa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat terhadap perhelatan Lampung Fair 2022 ini. Sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar sampai penutupan nanti, meskipun tak sempurna dalam perjalannya,” ungkapnya.
Mico kembali berujar, informasi lengkap pelaksanaan Lampung Fair 2022 akan disampaikan Ketua dan Sekretaris DPP Apindo Lampung pada acara penutupan.
Ketua dan Sekretaris DPP Apindo Lampung akan menyampaikan informasi lengkap terkait pelaksanaan LF 2022. Termasuk peran besar Gubernur Lampung, Forkopimda, dan seluruh peserta LF 2022.
“Sekali lagi saya secara pribadi memohon maaf atas segala salah, khilaf, ataupun sikap dan perkataan yang kurang berkenan,” tutupnya. (Rls/Gus)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

