Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Kembali Menyalurkan Bantuan Operasional Tahap 2 Kepada 85 Ponpes
Alteripost.co Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan operasional Tahap 2 kepada 85 pondok pesantren (ponpes). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Semergou, Selasa (31/01/2023).
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan langsung bantuan operasional tahap 2 tahun 2022. ia mengungkapkan bantuan diberikan untuk mendukung pengembangan ponpes. Dengan bantuan tersebut, ponpes diharapkan bisa semakin memberikan kontribusi positif bagi Bandar Lampung.
“Dengan bantuan dari pemerintah ini, mudah-mudahan pondok pesantren di Bandar Lampung semakin maju dan berkembang,” elain itu, pihaknya juga telah menyiapkan beasiswa pondok pesantren bagi santri jenjang SMA. Hal tersebut untuk membantu masyarakat mengakses pendidikan layak dan meningkatkan pengetahuan agama. Terangnya.
“Kami siapkan kuota beasiswa untuk 1.000 orang, tapi ini campur ada untuk sekolah umum juga. Katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Aklim Sahadi menyampaikan, setiap ponpes mendapatkan uang tunai senilai Rp.50 juta. Jumlah tersebut disalurkan menjadi dua tahap masing masing Rp.25 juta.
Selain untuk membantu operasional ponpes, bantuan tersebut juga bertujuan mendekatkan hubungan pemerintah dengan ponpes. Sehingga visi pemerintah menciptakan kota yang religius bisa tercapai. Secara total ada Rp4,2 miliar untuk 85 ponpes, masing-masing mendapatkan Rp.50 juta. Pungkasnya.(*).
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

