Lampung
Riana Sari Buka Konferensi Kerja Provinsi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bunda PAUD Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal membuka acara Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI masa bakti 2022-2027 di Hotel Horison, Kamis (9/2/2023).
Dalam acara Konkerprov yang mengusung tema Meningkatkan soliditas dan solidaritas anggota dan pengurus IGTKI-PGRI dengan program kerja yang kolaboratif dan inovatif, Riana Sari Arinal menyampaikan bahwa IGTKI-PGRI merupakan organisasi mitra kerja Pemerintah dan Bunda PAUD dalam mewujudkan generasi penerus yang cerdas, sehat dan berakhlak baik.
“Untuk itu saya meminta agar koordinasi, kerjasama dan sinergi dapat terus kita tingkatkan,” ucap Riana.
Selanjutnya, Riana Sari Arinal menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya konkerprov ini.
“Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi saya sampaikan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Taman Kanak-kanak di Provinsi Lampung, yang telah menunjukkan dedikasi, pengorbanan, keikhlasan, dan pengabdiannya dalam menumbuhkembangkan pendidikan di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai ini,” ucap Riana Sari Arinal.
Riana Sari Arinal berharap agar konferensi kerja ini dapat menghasilkan pemikiran dan inovasi serta program kerja yang lebih baik dalam memperkuat eksistensi IGTKI-PGRI Provinsi Lampung serta mewujudkan guru TK yang profesional dan bermartabat.
“Teruslah semangat dalam bekerja dan semoga bisa meningkatkan kualitas dan layanan Taman Kanak-kanak demi terwujudnya Lampung berjaya,” lanjutnya.
Mengakhiri sambutannya, Riana Sari Arinal mengingatkan kepada para orang tua dan guru pengajar untuk lebih memperhatikan aspek moral dalam pendidikan anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah terlebih dengan maraknya kejadian pelecehan anak, penculikan anak dan hal- hal negatif lainnya.
“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah, misalnya dengan mengadakan pertemuan rutin antara guru dan orang tua murid sebagai sarana untuk mengingatkan terhadap hal-hal negatif yang terjadi pada anak,” tutup Riana Sari Arinal.
Acara dihadri oleh 113 peserta yang terdiri dari Perwaklian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Dewan penasehat, pengurus dan anggota IGTKI-PGRI Kecamatan dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. (rls)
Lampung
Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Jadi Langkah OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan di Lampung
Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung pada puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan bukan hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi hingga tingkat keluarga dan komunitas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN dan peningkatan literasi keuangan di Lampung.
Menurutnya, Bunda Literasi diharapkan hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.
“Budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” kata Jihan.
Dalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, bersama 15 Bunda Literasi Keuangan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, termasuk Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung), Zita Anjani (Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah (Way Kanan), Herlinawati Qudrotul (Tulang Bawang), Elfianah (Mesuji), Partinia (Lampung Barat), Meri Farida Hamartoni (Lampung Utara), Dian Hardiyanti (Pesisir Barat), Rahayu Sri Astutik (Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi (Lampung Tengah), Eni Sumiati Bambang (Kota Metro), Siti Mahmudah (Tanggamus), Aria Sandi (Pesawaran), Huzaimah Azwar Hadi (Lampung Timur), dan Novianti Novriawan (Tulang Bawang Barat).
Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi konsumen, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jasa keuangan.
Melalui pengukuhan ini, para Bunda Literasi Keuangan diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.
OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.(*)

