DPRD
Petugas Pantarlih Mendatangi Untuk Coklit Pemilu 2024 ke Rumah Wakil Ketua DPRD Ririn Kuswantari
Alteripost.co Bandar Lampung – Petugas Pantarlih TPS XI Kelurahan Sukadanaham Tanjung Karang Barat (TKB) mendatangi untuk coklit (pencocokan dan penelitian) calon pemilih pada Pemilu 2024 yang akan datang.
Kunjungan untuk Coklit itu dilakukan ke kediaman politisi Partai Golkar Wendy Melfa dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Ririn Kuswantari.
Coklit ini juga didampingi oleh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung, PPK dan Panwas Kecamatan TKB dan PPS setempat.
“Semoga tahapan pemilu 2024 berjalan baik dan lancar untuk suksesnya Pemilu 2024″. Kata Wendy usai dicoklit. Rabu (15/2/2023).
Menurut Ketua Umum (Ketum) IMBI Lampung ini, tentu ada keakuratan data dari hasil coklit tersebut. Kesesuaian dimaksud adalah, adanya kesamaan data antar pendataan pemilih dengan data pemilih yang sesungguhnya diikuti dengan data pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Petugas Pantarlih cukup profesional dalam bertugas, sangat memadai dilihat dari atributnya, sarana pendataan dengan menggunakan aplikasi android (digital), cara berkomunikasi, kelengkapan dan sarana, penempelan stiker tanda sudah dicoklit, kesemuanya cukup profesional”. Pumgkasnya.(*).
DPRD
DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.
Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.
Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.
“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.
“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.
Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

