Politik
25 Bacaleg DPR RI Hadiri Undangan DPP Golkar, Alzier Siap All-out Menangkan Airlangga
Alteripost.co, Jakarta-
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, mengundang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Golkar untuk Wilayah Sumatera II. Diantaranya juga menyangkut Provinsi Lampung.
Politisi senior Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie saat dimintai konfirmasinya menyebutkan bahwa pertemuan di DPP untuk semua Bacaleg DPR RI dari dapil Lampung ini, menghasilkan tiga poin penting yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Menurutnya, tiga poin penting itu yakni pertama Partai Golkar harus menang tahun 2024.
“Harga mati kita harus kerja All out sebagai fungsionaris Partai Golkar,” ujar Alzier, Senin (20/3/2023) sore.
Kemudian poin kedua, Airlangga Hartarto Calon Presiden Partai Golkar, untuk Indonesia maju.
Kemudian point ketiga, sebagai kader partai golkar harus benar-benar kerja keras memenangkan partai Golkar dan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai Presiden di Pilpres dan Pileg 2024 mendatang.
“Saya secara pribadi siap mendukung Pak Ketum sebagai Presiden, karena Pak Airlangga Hartarto Presiden, Indonesia Maju ! Untuk itu mulai sekarang saya akan memaksimalkan kerja-kerja kader partai dan dukungan masyarakat provinsi lampung untuk memenangkan Partai Golkar dan mendukung bapak Airlangga sebagai Presiden,”Harga Mati” tutupnya.

Sebelumnya, sesuai surat Nomor: Sund-204/GOLKAR/III/2023 tanggal 10 Maret 2023 itu, para bacaleg diminta untuk menghadiri acara silaturahmi dan pengarahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, pada hari Minggu (19/3/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Tempatnya di Ballroom Lt 2 Graha Golkar, Kantor DPP Partai Golkar.
Surat ini ditandatangani Wakil Ketua Umum dan Sekretaris DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Lodewijk F Paulus.
Perlu diketahui, ada 25 bacaleg Lampung yang diundang. Untuk Dapil Lampung I yang meliputi Kota Bandarlampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat ada 12 bacaleg.
Mereka adalah Andi Surya, Hasim Nasution, Juanto Muhajirin, Lodewijk F Paulus, M. Alzier Dianis Thabranie, Mukhradis Hadi Kusuma Jaya, Naomi Natalia Damanik, Rahman Kholid, Rita Yusrita, Riza Mirhadi, Rycko Menoza dan Wendi Melfa.
Sementara untuk Dapil Lampung II yang terdiri dari Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Waykanan dan Mesuji, ada 13 bacaleg.
Mereka adalah Ahmad Bastian, Aliza Gunado, Aprozi Alam, Dedi Irawan, Dendy Derian Azis, Erwin Eka Kurniawan, Hanan A Rozak, M. Aris Pratama Hanan, Mohammad Reza Fahlevi, Riana Sari, Radianto Sitar, Riswan Tony DK dan Rogayah E. Harun. (*)
Politik
Belum Ada SK, Rycko Menoza Dorong Pelantikan Pengurus Golkar Bandar Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih menjadi tanda tanya setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Senin (21/9/2026).
Persoalan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi mengenai proses penyusunan kepengurusan pasca-Musda. Ketua terpilih Rycko Menoza kemudian menggelar konferensi pers pada Selasa (22/9/2026) untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Rycko Menoza mengatakan, setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih, proses penyusunan kepengurusan seharusnya dilakukan melalui tim formatur yang telah dibentuk dalam Musda.
Menurutnya, tim formatur memiliki peran penting dalam membahas dan menyepakati komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi.
Namun, Rycko mengaku mendapatkan informasi bahwa tim formatur belum melakukan rapat untuk membahas susunan kepengurusan secara bersama-sama. Di sisi lain, secara tiba-tiba muncul susunan kepengurusan yang beredar.
“Dari tim formatur sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengadakan rapat apa pun. Tetapi tiba-tiba sudah ada susunan kepengurusan. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Rycko Menoza dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rycko, kondisi tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di internal Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Ia menilai, setelah Musda selesai, tahapan berikutnya seharusnya dapat berjalan secara terarah sehingga kepengurusan baru segera terbentuk dan dapat menjalankan roda organisasi.
Ingin Segera Bekerja
Rycko menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan mengenai susunan kepengurusan berlarut-larut. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah adanya kejelasan mengenai struktur kepengurusan sehingga roda organisasi dapat segera berjalan.
Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran yang nantinya menjadi bagian dari kepengurusan pada dasarnya telah siap bekerja menjalankan program-program Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.
“Kami mau bekerja, tetapi apa daya SK kami belum ada. Jadi harapan kami pelantikan ini segera dilaksanakan dengan kepengurusan yang jelas. Kami ingin segera bekerja dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.
Rycko menyebut, kejelasan kepengurusan menjadi penting karena setelah proses Musda, organisasi membutuhkan kepastian mengenai siapa saja yang akan menjalankan tugas dan fungsi di jajaran DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Dengan adanya kepengurusan yang telah ditetapkan secara resmi, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat segera dijalankan tanpa terkendala persoalan administratif maupun ketidakjelasan struktur.
Tim Formatur Akan Gelar Rapat Lanjutan
Sementara itu, dari sisi tim formatur, munculnya susunan kepengurusan yang telah beredar menjadi bagian dari persoalan yang akan dibahas lebih lanjut.
Tim formatur menyatakan akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Rapat tersebut nantinya menjadi forum untuk membahas komposisi kepengurusan serta memastikan struktur organisasi yang akan diajukan secara resmi.
Tim formatur juga menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan masih perlu dibahas bersama agar terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak yang memiliki mandat dalam tim formatur.
Dengan adanya rencana rapat lanjutan tersebut, proses penyusunan kepengurusan diharapkan dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak lagi menimbulkan simpang siur di internal partai.
Rycko berharap hasil rapat formatur nantinya dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan tahapan administrasi kepengurusan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan.
Dorong Penyelesaian Secara Internal
Rycko juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembentukan kepengurusan memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan Partai Golkar Kota Bandar Lampung dapat segera menjalankan agenda organisasi.
Ia berharap proses pembahasan di tingkat formatur dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.
“Intinya kami berharap semuanya segera jelas. Kalau kepengurusan sudah jelas, SK sudah ada, kemudian dilantik, kami bisa langsung bekerja. Jangan sampai karena persoalan administrasi dan kepengurusan ini, kerja-kerja organisasi justru tertunda,” pungkas Rycko Menoza.
Dengan demikian, tahapan pasca-Musda XI saat ini masih menunggu hasil pembahasan tim formatur. Kepengurusan yang sebelumnya beredar juga masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diklarifikasi dan disesuaikan dengan hasil rapat formatur.
Sementara itu, hingga Selasa (22/9/2026), waktu pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 belum ditetapkan secara pasti.
Rapat lanjutan tim formatur diharapkan menjadi langkah untuk memperjelas komposisi kepengurusan sekaligus mempercepat proses penerbitan SK dan pelantikan pengurus baru. (Radian)

