Connect with us

Lampung

Festival Pasar Takjil di Dekranasda Lampung Dibuka, Program Beli dan Bagi Diyakini Bermanfaat Bagi Sesama

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Arinal Djunaidi didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Lampung membuka Festival Pasar Takjil di Halaman Kantor Dekranasda Provinsi Lampung, Sabtu (25/03/2023).

Sebanyak 38 UMKM turut meramaikan Festival Pasar Takjil yang diselenggarakan mulai tanggal 25 Maret – 16 April 2023 ini.

Setibanya di lokasi acara, Gubernur Arinal bersama Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Kepala Bappeda, Kepala Dinas Parekraf, serta OPD lainnya dan masing-masing Ketua DWP Provinsi berkeliling meninjau booth UMKM yang menyajikan berbagai menu hidangan dan jajanan berbuka puasa.

Dalam kesempatan tersebut, Riana Sari Arinal membeli sambel kentang yang merupakan salah satu makanan kegemaran Gubernur Arinal.

“Tadi kita sudah ke pasar, Bapak itu senang sama sambel kentang. Sudah beli sebenarnya tadi di pasar. Tadi (saat meninjau) ada yang jual, beli lagi,” ungkap Riana Sari Arinal.

Di akhir kunjungannya, Riana Sari mengajak seluruh masyarakat untuk datang mengunjungi Festival Pasar Takjil yang menghadirkan berbagai varian menu berbuka puasa di Halaman Kantor Dekranasda Provinsi Lampung.

“Jadi ibu-ibu, datang aja ke halaman Dekranasda Provinsi Lampung. Dijamin makanannya enak-enak dan harganya pas di kantong,” ajak Riana Sari.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan kegiatan Beli dan Bagi untuk mengisi ibadah pada bulan ramadan dengan gerakan saling berbagi. Nantinya, hasil dari gerakan Beli dan Bagi ini akan disalurkan untuk masyarakat umum, panti asuhan, pondok pesantren, dan tenaga kesehatan.

“Ini tahun ketiga kita melaksanakan program beli dan bagi. Terima kasih pada semua yang telah berpartisipasi dan bersedekah pada kegiatan ini,” kata Riana Sari.

Selain itu, Gubernur Arinal bersama Ketua Dekranasda Provinsi Lampung juga memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan PTHL dan cleaning service di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung dan Bappeda. (Rls).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

TPID Provinsi Lampung Siapkan Langkah Kongkrit Pengendalian Inflasi Hadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Jelang momen Bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri 1445 H, Gubernur Lampung pimpin pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Bulding TPID yang diikuti oleh Bupati/Walikota, jajaran TPID, akademisi, dan asosiasi pelaku usaha di Provinsi Lampung.

Kenaikan permintaan barang dan jasa selalu terjadi pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, kita harus bersinergi dalam pelaksanaan Strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif)” ucap Ir. H. Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung, pada kegiatan HLM TPID. Rabu (21/2/2024) di KPw BI Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung mendorong penguatan sinergi TPID se-Provinsi Lampung dalam kegiatan stabilitasi harga melalui sinergi menjaga kelancaran distribusi, serta optimalisasi infrastruktur dan instrumen daerah yang mendukung ketahanan pangan.

Ketersediaan bahan pangan pokok menjadi fokus utama substansi koordinasi yang disampaikan Gubernur Lampung, terutama komoditas beras yang tengah mengalami kenaikan harga. “Pasokan beras kita aman, bahkan tercatat surplus. Prioritaskan sinergi menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi di level kabupaten/kota, setidaknya sampai dengan panen raya”. Ujarnya.

Berdasarkan hasil temuan peninjauan langsung Gubernur Lampung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan jajaran TPID Provinsi Lampung atas pasokan beras pada Jum’at, 16 Februari 2024. Torehan surplus sebagian besar komoditas bahan pangan di Provinsi Lampung juga disampaikan oleh Kepala DKPTPH Provinsi Lampung dan Kepala Bulog Divre Provinsi Lampung.

Langkah konkrit atasi isu kelangakaan dan kenaikan harga beras, Gubernur Lampung menghimbau, agar Bupati/Walikota, jajaran OPD dan instansi vertikal, serta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti Pergub no. 71 Tahun 2017 dan Surat Edaran tentang Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah.

“Saya mohon tindakan segera dari Bupati/Walikota serta pihak terkait untuk mengawasi distribusi dan tata niaga, tindak tegas jika ada pelanggaran. Selain itu, optimalkan pendampingan kepada petani di tengah kondisi ketidakpastian iklim saat ini, serta perluas gerakan menanam komoditas pangan strategis”. Lanjutnya.

Menindaklanjuti substansi koordinasi yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung memimpin kegiatan pemaparan analisis dan diskusi dalam pelaksanaan HLM TPID Provinsi Lampung. “Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Kepala BPS Provinsi Lampung telah mengupas data dan risiko-risiko inflasi menjelang periode HBKN Idulfitri 1445 H. Langkah strategis yang diusulkan juga sangat baik, kami optimis inflasi di Provinsi Lampung pada tahun 2024 tetap terjaga pada sasaran 2,5±1%”. Ucap Ir. Fahrizal Darminto, MA., Sekda Provinsi Lampung.

‘Optimalisasi layanan seluruh moda transportasi dan kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik juga mendukung kelancaran distribusi bahan pangan dan mobilisasi masyarakat, terima kasih atas upaya-upaya yang dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Lampung dan OPD di Provinsi Lampung, juga kabupaten/kota”. Lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi Lampung juga melaksanakan diseminasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung tahun 2024 pada sesi Capacity Building. “Setelah disampaikan perkembangan dan risiko inflasi dari sisi global hingga regional, pelaksanaan GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 diharapkan dapat memperkuateL eektivitas kegiatan pengendalian inflasi di Provinsi Lampung”. Ucap Junanto Herdiawan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung. GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 mengusung tema “Pengendalian Inflasi yang Forward Looking dan Berbasis Risiko”, dengan 3 sinergi program a.l.(i) pengendalian inflasi yang disertai Penguatan Rantai Pasok Domestik; (ii) hilirisasi pangan di sisi hulu dan hilir berbasis best agricultural practices; dan (iii) penguatan awareness dan kapabilitas TPID. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading