Politik
Bappilu PSI Lampung Dipimpin Seorang Millenial yang Energik
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua DPW PSI Lampung Azitriaz Tiza didampingi Sekretaris Rudi Hartono, Bendahara Yohn Iricha Fatra beserta beberapa orang pengurus memperkenalkan pengurus baru yang akan bergabung dialah M. Ivan Afrihansa mantan fungsionaris Partai Perindo Lampung yang akan didaulat menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PSI Lampung, Jumat (07/04/2023) lalu.
“Menjadi semangat dan kekuatan baru untuk kami dalam mewujudkan cita- cita PSI meraup kursi legislatif sebanyak banyak nya di pemilu 2024,” ujar sis Tiza.
Disinggung alasan hengkang dari partai sebelumnya, Ivan tak banyak berkomentar.
“Berbekal pengalaman di partai sebelumnya selama tujuh tahun, terlibat langsung membantu meloloskan partai dua kali untuk ikut Pemilu di 2019 dan 2024 rasanya sudah saatnya mencari tantangan baru,” ujar anak muda yang mengawali karir politik nya dari sayap partai hingga pernah menduduki posisi Sekretaris DPW Partai Perindo Provinsi Lampung ini.
Ketika ditanya alasan memilih PSI, dirinya menjawab bahwa karena tertarik dengan tagline PSI sebagai partai anti korupsi.
“Bagaimana korupsi memang menjadi momok yang menggerogoti bangsa ini beberapa dekade belakangan hingga saat ini lalu PSI sebagai partai baru tetap konsisten menyuarakan peperangan terhadap masalah korupsi ini, di luar itu PSI juga mayoritas diisi oleh anak anak muda dan kader kader yang berpikiran muda yang masih belum banyak terkontaminasi dengan pragmatisme politik dan politik transaksional yang menjadi musuh utama demokrasi di negeri ini,” jelasnya.
Ia pun menyebut, melalui PSI inilah semangat membangun demokrasi yang lebih baik akan terwujud yaitu demokrasi yang sebesar- besanya berpihak kepada kepentingan bangsa dan rakyat nya.
Ketika ditanya kenapa tidak mengikuti jejak mantan ketuanya di Partai Perindo Lampung Jolly Sanggam yang belakangan bersama beberapa loyalisnya dikabarkan bergabung dengan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ? Ivan menjawab bahwa sebelum memutuskan untuk bergabung dengan PSI dirinya telah lebih dulu memohon restu dari mantan ketua nya tersebut.
Disinggung mengenai langkah ke depan mengenai pencalegan dirinya belum memutuskan akan maju dari daerah pemilihan mana. Dia mengaku akan lebih dulu fokus bersama fungsionaris PSI di Lampung untuk memenuhi komposisi bacaleg di semua tingkatan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
Menurutnya, visi PSI akan lebih didengar dan tercapai apabila banyak kader-kadernya yang menyuarakannya di gedung gedung parlemen.
“Tentunya strategi dan langkah-langkah inilah yang harus kita rumuskan dan kerjakan bersama untuk menghasilkan hasil yang maksimal,” kata dia. (rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

