Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Kibarkan Bendera Start

Published

on

Alteripost Pringsewu – Kembangkan potensi Sport Tourism di Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi secara resmi membuka kegiatan Pringsewu Haritage Fun Run 10K and 5K serta Jalan sehat di Desa Wisata Lugusari, Minggu (21/05/2023).

Usai melepas kurang lebih 500 peserta Pringsewu Heritage Fun Run, Gubernur Arinal juga sempat mengikuti jalan sehat bersama masyarakat pringsewu.

Dalam sambutannya Gubernur menyatakan bahwa kegiatan Pringsewu Heritage Fun Run dan jalan sehat ini sejalan dengan amanat Bapak Presiden untuk mengembangkan potensi Sport Tourism pasca pandemi, karena Indonesia memiliki Alam yang indah.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, upaya membangkitkan kembali sektor Ekonomi Daerah pasca pandemi merupakan tantangan berat apabila tidak didukung oleh kerjasama antar lintas sektor, antara lain melalui Sektor Olahraga dan Sektor Pariwisata,” ucap Gubernur.

Menurut Gubernur, keunggulan pariwisata Lampung dapat dijadikan kemasan menarik apabila disandingkan dengan Penyelenggaraan Event Olahraga, salah satunya Olahraga Berbasis Alam dan Budaya yaitu Sport Tourism dalam hal ini Olahraga Atletik. Selain bisa berolahraga dan berprestasi, kegiatan ini juga memiliki nilai rekreatif dimana para peserta dapat menikmati keindahan alam sekaligus dapat menyaksikan Seni Budaya Lokal serta merasakan langsung nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat setempat.

“Sektor Pariwisata Lampung memiliki keunggulan yang sangat besar. Keindahan Alam, Keragaman Budaya, Adat Istiadat dan Kearifan Lokal kiranya cukup untuk dijadikan peluang dalam mewujudkan Provinsi Lampung sebagai Destinasi Pariwisata Unggulan Nasional disandingkan dengan sektor Olahraga,” ucap Gubernur.

Gubernur juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk tumbuh kembang Prestasi Olahraga dan Ekonomi berbasis Masyarakat yang berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai ini.

“Marilah bersama-sama untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dan senantiasa bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Lampung Berjaya,” tutupnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah berharap dengan dilaksanakannya event sport turism ini tidak hanya sebagai upaya menyehatkan tubuh, tapi juga semakin mendekatkan masyarakat, terutama para peserta pada seni budaya dan pesona pariwisata Kabupaten Pringsewu, khususnya potensi kerajinan kain tapis yang sedang dikembangkan pemerintah Provinsi Lampung di Pekon Lugusari Kabupaten Pringsewu.

“Besar harapan saya, event Pringsewu Heritage Fun Run 5K dan 10K yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Pringsewu ini akan dapat diselenggarakan secara continue, sehingga menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Lampung,” tutupnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda, dalam laporannya menyampaikan kegiatan Pringsewu Heritage Fun Run ini diikuti oleh 542 peserta, dengan rincian, 200 orang peserta untuk jarak 10K dan 342 orang peserta untuk jarak 5K.

Adapun tujuan dari kegiatan ini menurut Descatama Paksi Moeda adalah untuk mempererat silaturahmi dengan berolahraga dan menikmati keindahan alam serta pesona budaya di kabupaten Pringsewu. “Output yang diharapkan dihasilkan dari kegiatan ini yaitu olahraga berbasis alam dan budaya sport tourism,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Arinal Djinaidi juga melakukan pengalungan medali kepada peserta tercepat sampai ke garis finish.

Untuk kategori Fun Run 10K Pria medali diberikan kepada Rizki Jumali Danu Prayoga, dan Asep, untuk Wanita diberikan kepada Stevi, Kirana, dan Lusi Ajeng

Sementara untuk kategori Fun Run 5K Pria medali diberikan kepada Edward, Dolbi, dan Anton, sedangkan untuk Wanita diberikan kepada Ulfa, Novi dan Nabela. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading