Lampung
Wagub Chusnunia Mengajak KAMMI Terus Bersinergi dengan Pemprov Lampung
Alteripost.co Bandar Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia, menghadiri acara pelantikan dan musyawarah kerja Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) periode 2023-2025 Wilayah Lampung, bertempat di Ruang Abung Balai Keratun, Kantor Gubernur, Minggu (21/05/2023).
Dalam kesempatan tersebut Wagub Lampung Chusnunia menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, mengucapkan selamat kepada para pengurus yang dilantik pada hari ini. Semoga dapat mengemban amanah organisasi sebagai Pengurus KAMMI Wilayah Lampung.
“KAMMI mengambil peran untuk menjadi wadah dan mitra bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menegakkan keadilan dan kebenaran dalam wadah negara hukum Indonesia melalui tahapan pembangunan nasional bertanggung jawab yang sehat,” ujarnya.
Wagub Chusnunia menambahkan, tidak hanya itu, KAMMI pun mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat dalam upaya-upaya pembangunan masyarakat sipil, demokratisasi dan pembangunan kesatuan/ persaudaraan ummat dan bangsa melalui pendampingan/advokasi sosial, kritisi/konstruktif terhadap kebijakan negara yang memarginalisasi masyarakat.
Pada acara itu Wagub Chusnunia juga menyampaikan perkembangan terkini, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I 2023 secara year-on- year sebesar 4,96%, lebih tinggi dari rerata Sumatera, dan untuk g-to-q Lampung menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang menikmati pertumbuhan ekonomi positif sebesar 0,79%, sementara 9 (sembilan) provinsi lainnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.
Terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal pulihnya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung. Kita perlu melihat ini sebagai sebuah peluang dan tantangan untuk menggagas dan memunculkan ide-ide kreatif guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi Provinsi Lampung.
“Perlu kita sadari bahwa saat ini kita berada pada era disrupsi dengan perubahan yang sangat cepat dan tentu kita tidak boleh terpaku hanya pada kebesaran-kebesaran masa lalu. Maka saya harap KAMMI harus terus mengasah kepekaan, serta adaptif terhadap perubahan dan lincah terhadap perubahan, sigap mengambil keputusan, cepat dan cerdas dalam bertindak,” ujar Wakil Gubernur
Wagub Chusnunia juga mengajak keluarga besar KAMMI Wilayah Provinsi Lampung untuk dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya mengawal demokrasi, apalagi saat ini kita sedang menyongsong Pemilu 2024.
“Saya percaya KAMMI dapat mencegah adanya praktik-praktik yang merugikan suara masyarakat serta dapat mengoptimalkan peran pemuda sebagai peserta pemilu terbanyak,” ucap Wagub.
Selanjutnya Wagub juga mengajak KAMMI untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan berkontribusi untuk Bumi Lampung yang membanggakan dengan bersama-sama bergandengan tangan mewujudkan Lampung Berjaya.
Adapun Susunan Pengurus PP KAMMI pada periode 2021-2023 diketuai oleh Zaky Ahmad Rivai, Waketum Aan Kurniawan Saputra, Waketum 2 Fadly Idris, Sekretaris Jendral M. Rijal Wahid Muharram, Bendahara Umum M. Asnawir Nasution.
Struktur pengurus wilayah Lampung KAMMI periode 2023-2025 diketuai oleh Habibulloh Al Ansyor dan di dampingi oleh Sekretaris Jenderal Hikmawan Saputra, Wakil Sekretaris Jenderal Marisa Tri Junita, Bendahara Umum Fitria.
Hadir dalam Acara Kaban Kesbangpol M. Firsada, Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal Ardiansyah, Ketua Alumni KAMMI Lampung Aep Saripudin, Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rivai. (*).
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

