Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

PLN Perkuat Tim PDKB Tingkatkan Produktifitas

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Tingkatkan kehandalan listrik dan pelayanan pelanggan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung perkuat pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotabumi dengan menambah 1 unit mobil High Voltage Insulated Skylift.

Armada yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan tim PDKB dengan metode Sentuh Langsung pada jaringan Tegangan Menengah 20 kV ini diresmikan pada Jumat (9/6) dalam gelaran apel bakti PDKB yang dipimpin oleh Executive Vice President Operasi dan Distribusi Sumatra dan Kalimantan, Agung Nugraha.

PDKB sendiri merupakan pasukan yang terdiri dari petugas PLN yang telah dilatih dengan kompetensi khusus, guna melaksanakan pekerjaan mulai dari pembangunan, pemeliharaan maupun perbaikan jaringan listrik dalam keadaan bertegangan. PDKB kerap kali disebut sebagai ‘Pasukan Elit’ PLN karena penugasannya yang membutuhkan kompetensi khusus.

Menurut Executive Vice President Operasi dan Distribusi Sumatra dan Kalimantan, Agung Nugraha, dengan ditambahkannya mobil High Voltage Insulated Skylift untuk pekerjaan metode Sentuh Langsung pada jaringan Tegangan Menengah di UP3 Kotabumi, dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan maupun perbaikan jaringan distribusi TM 20 kV tanpa padam.

“Adanya tambahan mobil High Voltage Insulated Skylift untuk pekerjaan metode sentuh langsung pada jaringan tegangan menengah di wilayah kerja UP3 Kotabumi, merupakan wujud nyata dari komitmen PLN dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan dan juga selaras dengan semangat transformasi yang salah satunya berfokus pada pelanggan (customer focused)”, kata Agung Nugraha.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Saleh Siswanto menjelaskan bahwa adanya mobil High Voltage Insulated Skylift untuk pekerjaan PDKB metode sentuh langsung pada jaringan tegangan menengah di UP3 Kotabumi juga bertujuan untuk menyelamatkan energi yang tidak tersalurkan.

“Target energi yang terselamatkan PDKB PLN UID Lampung di tahun 2023 ini sebesar 5.016 MWh dan dengan jumlah titik kerja sebanyak 2.679 titik. Dengan telah terbentuknya PDKB Sentuh Langsung di UP3 Kotabumi tentunya sangat bisa berdampak positif untuk keandalan jaringan kita dikarenakan akan lebih banyak jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan yang mana sebelumnya kemampuannya cukup terbatas tidak dapat dikerjakan oleh PDKB metode berjarak UP3 Kotabumi”, jelas Saleh Siswanto.

Saleh Siswanto juga menambahkan, bahwa dengan ditambahkannya mobil High Voltage Insulated Skylift khusus pekerjaan PDKB metode sentuh langsung pada jaringan tegangan menengah di wilayah kerja UP3 Kotabumi, PLN UID Lampung semakin termotivasi untuk meningkatkan kehandalan jaringan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama dengan adanya gelaran World Surf League (WSL) Krui Pro 2023 di Pesisir Barat.

“Kejuaraan surfing internasional WSL kembali diselenggarakan di Krui, Pesisir Barat. Kami sebagai penyedia listrik utama di acara tersebut berkomitmen untuk menyediakan pasokan listrik handal selama acara berlangsung. Keandalan pasokan listrik dalam gelaran bergengsi internasional tersebut merupakan salah satu tolak ukur dari tercapainya kepuasan pelanggan bagi kami,” tutup Saleh Siswanto.(*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.

Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.

Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.

Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.

Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading