Connect with us

Lampung

Parade Drumband PAUD Digelar, Bunda PAUD Provinsi Lampung Harapkan Anak-Anak Belajar Disiplin

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Chusnunia bersama Bunda PAUD Provinsi Lampung dan Ketua DWP Provinsi Lampung melepas Parade Drumband PAUD, di Lapangan Korpri, Selasa (13/06/2023).

Mengimplementasikan Transisi PAUD ke SD, kata Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, adalah hal yang harus dilakukan sesegera mungkin agar program ini bisa terwujud maksimal di sekolah-sekolah PAUD ke SD.

Menurut Riana Sari, pemahaman serta strategi yang dilakukan harus memiliki konsep yang menyenangkan diantaranya dengan:

1. Tidak menerapkan calistung sebagai syarat masuk SD
2. Melakukan proses pengenalan sekolah diawal tahun pembelajaran
3. Menerapkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan fokus pada seluruh kompetensi pondasi anak

Drumband PAUD adalah momen yang istimewa dimana anak-anak dapat mengekspresikan diri melalui irama dan gerakan yang memukau. Bunda PAUD Provinsi Lampung juga menjelaskan, parade ini dirancang untuk menjadi pengalaman yang mengesankan dan menggembirakan bagi anak-anak PAUD serta menghadirkan semangat kebersamaan dan kerja tim.

“Acara ini juga menjadi momen yang tepat bagi kita untuk menjadi pilar yang kokoh dalam perjalanan pendidikan mereka, memberikan cinta, perhatian, dan dorongan yang mereka butuhkan saat mereka memasuki dunia baru,” ucap Riana Sari Arinal.

Di kesempatan yang sama, Bunda PAUD Provinsi Lampung mengungkapkan, melalui musik dan gerakan, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri. Anak-anak juga belajar untuk menghargai keberagaman dan memiliki rasa saling menghormati. Acara Parade Drumband PAUD ini, kata Riana Sari, adalah bukti nyata dari kemajuan mereka.

“Saya berharap acara Parade Drumband PAUD hari ini akan memberikan kegembiraan dan kebanggaan kepada anak-anak kita. Semoga mereka terinspirasi untuk terus belajar, tumbuh, dan mengembangkan bakat mereka,” pungkas Bunda PAUD Provinsi Lampung. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.

Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.

Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.

“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.

Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.

“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.

Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.

SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading