Ekonomi dan Bisnis
Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian Pada Mei 2023
Alteripost.co Bandar Lampung – Keyakinan masyarakat Lampung terhadap kinerja ekonomi Lampung secara keseluruhan pada Mei 2023 tetap kuat. Hal ini terkonfirmasi dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Lampung (BI Lampung) yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level optimis (>100) sebesar 151,67. Optimisme konsumen tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan 124,33 pada bulan April 2023. IKK Mei2023 di Lampung yang tetap positif, sejalan dengan IKK Nasional pada Mei 2023 yang sebesar 128,3, atau tetap berada pada level optimis. IKK Lampung Mei 2023 yang kuat ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap optimis.
IKE yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian saat ini tetap berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari IKE sebesar 141,17, meningkat dibandingkan bulan April 2023 sebesar 119,33. Terjaganya IKE didukung oleh optimisme konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja saat ini, dan tingkat konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Pada Mei 2023, 53,5% responden memiliki persepsi bahwa ketersediaan lapangan kerja saat ini meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Sejalan dengan hal tersebut, sebanyak 57,5% responden memiliki persepsi bahwa penghasilan saat ini meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Adapun, keyakinan konsumen dalam melakukan pembelian durable goods juga tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 41,5% responden menyatakan konsumsi durable goods yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode April 2023, sementara 49,5% responden lainnya menyatakan relatif stabil. Konsumsi durable goods yang meningkat terutama pada belanja furniture dan perabotan rumah tangga, sementara 21,0% responden lainnya memilih belanja elektronik.
Sementara itu, IEK yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan (November 2023) juga tetap berada pada level optimis. IEK pada Mei 2023 tercatat sebesar 162,17 lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,33 pada periode sebelumnya. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tetap optimis terutama ditopang oleh stabilnya perkiraan kondisi kegiatan usaha secara umum 6 bulan kedepan.
Sebanyak 59,5% responden memperkirakan kondisi kegiatan usaha secara umum sedikit membaik 6 bulan yang akan datang dibandingkan saat ini, sementara 20,0% responden lainnya memprakirakan sama dengan kondisi saat ini. Sebanyak 47.5% responden menyatakan ketersediaan lapangan kerja yang lebih tinggi pada 6 bulan mendatang karena kondisi ekonomi yang membaik, sementara 34,4% responden menyatakan kegiatan/proyek Pemerintah/Swasta meningkat.
Di sisi lain indeks ekspektasi terhadap penghasilan pada 6 bulan yang akan datang tercatat sebesar 160,5 lebih tinggi jika dibandingkan dengan 142,00 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan perkiraan kondisi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan yang akan datang. (Rls).
Ekonomi dan Bisnis
BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026
Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.
Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.
Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.
Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.
Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.
Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.
Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.
Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.
Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.
Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.
Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

