Ekonomi dan Bisnis
Sukses Kumpulkan 2,5 Ton Sampah, PLN Ajak Mahasiswa Gelar Aksi Bersih Pantai di Bandar Lampung
Alteripost.co Bandar Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menggandeng mahasiswa pecinta alam Universitas Darmajaya yang tergabung dalam komunitas ARTALA menggelar aksi bersih-bersih pantai. Gelaran tersebut dilaksanakan di Pantai Ancol Gen Kelurahan Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung pada hari Senin, (26/6/2023).
Sejumlah 125 relawan yang terdiri dari pegawai PLN UID Lampung dan Komunitas Artala berhasil mengumpulkan sebanyak 2,5 ton sampah dari pesisir pantai tersebut.
Saleh Siswanto, General Manager PLN UID Lampung mengatakan, aksi bersih-bersih pantai merupakan program Sustainable Development Goals (SDGs) PLN yang juga sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup. Saleh mengungkapkan, PLN menurunkan 125 relawan yang terdiri dari 100 pegawai PLN dan 25 mahasiswa pecinta alam dan berhasil membersihkan 2,5 ton sampah dari pesisir pantai di Kota Bandar Lampung tersebut.
“Melalui program SDGs, PLN terus berkomitmen dalam menjalankan proses bisnisnya tetap menjaga kualitas lingkungan hidup serta kehidupan sosial masyarakat sekitar yang lebih baik seperti halnya yang kita lakukan pada hari ini dengan aksi bersih-bersih sampah di pesisir pantai,” ungkap Saleh Siswanto.
Saleh menambahkan, kegiatan tersebut mengikutsertakan mahasiswa sebagai upaya PLN menanamkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan yang sehat dan bersih kepada generasi muda sehingga diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Sementara, Musa Shaleh selaku Lurah Kelurahan Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan mengapresiasi dan mendukung aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan PLN berada di wilayah kerjanya itu.
“Mewakili Pemerintah Kota Bandar Lampung, kami mengapresiasi aksi bersih-bersih pantai yang diinisiasi PLN. Ayo kita secara bersama-sama menjaga lingkungan hidup yang sehat dan bersih sesuai dengan moto Tapis Berserinya dari pinggir pantai hingga ke daratannya,” ujar Musa.
Musa berharap, kegiatan positip serupa dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat akan tercipta jika didukung secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat.
“Saya ucapkan terimakasih kepada PLN atas kepeduliannya terhadap lingkungan, terlebih melibatkan mahasiswa dan generasi muda,” tegasnya.
Aiptu Guna Wardana, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesawahan mengaku bahwa kegiatan tersebut sangat positif terlebih dengan melibatkan mahasiswa. Semoga kedepannya dapat melibatkan pelajar setingkat SMP/SMA. “Kegiatan yang dilakukan PLN ini sangat positif kalau bisa dilanjutkan, apalagi melibatkan anak-anak muda,” ucapnya.
Selain itu, Muhammad Hadi santoso, Ketua Umum Artala Universitas Darmajaya mengungkapkan yang melibatkan komunitasnya itu berdampak sangat positif. Mengingat bahwa sampah merupakan ancaman terbesar bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
“Terima kasih banyak PLN telah berkolaborasi dengan Artala dalam menjaga lingkungan hidup agar tetap bersih, asri dan sehat. Semoga kedepan dapat berkolaborasi kembali”. Pungkasnya.(*).
Ekonomi dan Bisnis
BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026
Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.
Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.
Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.
Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.
Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.
Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.
Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.
Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.
Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.
Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.
Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

