Lampung
Gubernur Arinal Ajak Wujudkan Rakyat Lampung Berjaya Melalui Pembangunan Keluarga
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak masyarakat untuk membangun keluarga yang edukatif dan memperhatikan pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
Ajakan Gubernur itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dalam acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Tingkat Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Kamis (13/7/2023).
Acara yang mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju” ini juga dihadiri oleh Ketua Bidang 1 TP-PKK Provinsi Lampung Mamiyani Fahrizal, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana dan Kepala Dinas PP & PA Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri.
Dalam sambutannya, Fahrizal mengatakan basis pembangunan dasar Nasional, Provinsi hingga Kabupaten dan Kota terletak pada kekuatan keluarga.
Ia meyakini nilai-nilai yang ada di dalam keluarga dapat membantu tercapainya visi pemerintah pusat yaitu Indonesia Emas tahun 2045.
Ia juga berpendapat jika di suatu keluarga memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan kuat sehingga memiliki daya saing, maka hal tersebut merupakan pondasi yang kuat bagi pembangunan masa depan bangsa Indonesia.
“Kalau titik pertahanan yang paling bawah keluarga itu lemah, tidak mungkin itu bisa tercapai, oleh karena di keluarga lah kita bisa mengharapkan anak-anak bisa tumbuh dengan baik, tumbuh dengan sehat, cerdas dan kuat sebagaimana mara keluarga berencana,” ujarnya.
Fahrizal mengajak semua pihak dan instansi terkait untuk terus bahu-membahu serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional serta mewujudkan visi Rakyat Lampung Berjaya melalui pembangunan keluarga dengan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik sehingga dapat menurunkan angka stunting di masa depan.
“Keluarga harus punya rencana, di keluarga lah dibentuk tunas-tunas bangsa yang nantinya akan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Fahrizal mengatakan pemerintah Provinsi Lampung akan terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan lapangan pekerjaan sehingga dapat menurunkan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan.
Lebih dari itu, ia mengatakan upaya tersebut juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kita persiapkan modal dasarnya, harus kota siapkan juga tempat mereka berkarya, bekerja, bekerja dengan tingkat penghasilan yang memungkinkan untuk menjadi keluarga yang sejahtera, menjadi keluarga yang memiliki kemakmuran yang memadai,” ujarnya.
Fahrizal berharap dengan kesadaran yang tulus dan pemahaman yang mendalam akan arti pentingnya peran dan fungsi keluarga dalam bermasyarakat dan berbangsa, diharapkan di masa-masa yang akan datang dapat menjadi keluarga-keluarga yang berkualitas.
Pada kesempatan yang sama, Kakanwil BKKBN Provinsi Lampung Nurizky Permanajati mengatakan Harganas merupakan momentum untuk memperbaiki kualitas kehidupan keluarga secara berkelanjutan.
Ia juga mengatakan bahwa acara peringatan ini merupakan suatu kegiatan terpadu yang bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada keluarga-keluarga di Provinsi Lampung agar bersama-sama membangun keluarga sejahtera guna mewujudkan keluarga yang berketahana untuk Lampung Berjaya.(*).
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

