Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Besok Undian Tabungan Lokal Bank Lampung 2023 Digelar

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Hari ini, Senin (17/7/2023) Bank Lampung melakukan penyegelan perangkat alat undian tabungan lokal Bank Lampung yang akan digelar besok di kantor pusat Bank Lampung.

Penyegelan perangkat alat undian yang dilakukan hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan undian besok berjalan transparan dan tidak ada rekayasa. Penyegelan disaksikan oleh petugas kepolisian, Dinas Sosial, notaris dan Kepala – Kepala Divisi Bank Lampung.

Menurut Ketua Pelaksana Undian tabungan lokal Bank Lampung Dino Pramono program undian lokal Bank Lampung ini merupakan apresiasi Bank Lampung terhadap para nasabahnya dan menjadi agenda rutin.

Hanya saja jika sebelumnya undian lokal Bank Lampung ini diperuntukkan bagi nasabah tabungan Simpeda saja, maka untuk undian tahun ini diperuntukkan bagi 2 produk tabungan Bank Lampung yaitu tabungan Simpeda dan L-Save.

Masuknya L-Save ke dalam program ini sebagai bentuk apresiasi Bank Lampung terhadap nasabah tabungan L-Save. Sebagai produk tabungan premium L-Save pastinya dikalungi dengan berbagai keunggulan.- Pertama untuk transaksi transfer antar bank dengan L-Save bisa hingga Rp100 juta dan untuk transfer intern sesama Bank Lampung bisa sampai Rp200 juta perhari. Untuk penarikan lewat ATM sampai 50 juta perhari.

“L-Save adalah produk tabungan premium dari Bank Lampung dan Alhamdulillah sambutan yang diberikan masyarakat terhadap L-Save luar biasa. Undian yang akan dilaksanakan besok salah satunya adalah bentuk apresiasi terhadap nasabah L-Save” katanya.

Bicara total hadiah undian tabungan lokal Bank Lampung 2023, Dino Pramono mengungkapkan total mencapai Rp 800 juta lebih. Ini lebih besar dibandingkan total hadiah undian lokal Bank Lampung tahun sebelumnya.

Dimana hadiah grand prize berupa 1 unit mobil Mitsubishi Expander, kemudian hadiah ke-I berupa 1 unit mobil Daihatsu Ayla, hadiah ke-II berupa 5 unit motor honda scoopy, hadiah ke -III berupa 10 unit handphone Galaxy A33 5G dan hadiah ke-IV berupa uang tunai Rp 1 juta yang diperuntukan bagi 240 orang pemenang.

Selain memberikan apresiasi kepada para nasabah tabungan Simpeda dan L-Save, pada moment tersebut Bank Lampung juga akan memberikan apresiasi terhadap 3 agen laku pandai. Keberadaan apresiasi ini diharapkan akan dapat lebih meningkatkan semangat dan loyalitas mereka kepada Bank Lampung. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.

Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.

Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.

Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.

Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading