Connect with us

Lampung Selatan

Dilantik Bupati Lamsel, Syarifuddin Lana Jabat Kades Kecapi Gantikan Almarhum Ridwan

Published

on

Alteripost.co Kalianda – Bupati Lampung Selatan (Lamsel)Nanang Ermanto melantik kepala desa terpilih Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Kecapi Kecamatan Kalianda.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala desa PAW Desa Kecapi Kecamatan Kalianda berlangsung di Balai Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Rabu siang (9/8/2023).

Adapun Kepala Desa Kecapi yang dilantik yakni Syarifuddin Lana yang menggantikan almarhum Ridwan, Kepala Desa Kecapi sebelumnya yang meninggal di bulan Januari 2023 lalu.

Nampak hadir dalam acara pelantikan itu, anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari dapil 1, para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, camat dan Forkopimcam Kalianda, BPD Desa Kecapi serta sejumlah tokoh adat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan, pelantikan kepala desa pengganti antar waktu (PAW) tersebut dilaksanakan karena Kepala Desa Kecapi sebelumnya telah meninggal dunia pada Januari Tahun 2023 lalu.

Oleh karena itu kata Nanang, berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka ditunjuk Penjabat (Pj) Kepala Desa yang bertugas mempersiapkan pelaksanaan Pilkades PAW untuk melanjutkan sisa masa jabatan kepala desa yang berhenti.

“Selamat kepada pak Syarifuddin Lana. Kepada Pj Kepala Desa Kecapi Muhammad Rifki, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, jasa, kerja keras dan pengabdiannya. Sehingga roda pemerintahan di desa dapat terus berjalan dengan baik dan sukses hingga jalannya proses PAW pada hari ini,” kata Nanang Ermanto.

Pada kesempatan itu, Nanang mengingatkan kepada kepala desa yang baru agar bisa menjaga amanah yang diberikan serta dapat menciptakan kerukunan di dalam masyarakat.

“Jangan sampai ada perbedaan menjadi perpecahan, justru perbedaan tersebut harus menjadi satu kekuatan untuk memajukan desa yang saudara pimpin,” imbuh Nanang.

Selain itu, Nanang juga menekankan budaya musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan penting terkait permasalahan yang ada di Desa Kecapi.

“Rangkul segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama bergotong-royong membangun desa. Selalu libatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam setiap kegiatan terkait administrasi di desa,” pesan Nanang.

Kemudian lanjut Nanang, kepala desa juga harus dapat memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, serta mampu menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kedepankan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi atau satu kelompok tertentu. Bersikaplah adil agar selalu tercipta suasana yang kondusif di desa,” kata Nanang.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, sebagai penyelenggara pemerintahan di tingkat bawah, peran kepala desa tidak bisa dianggap remeh. Sebab kata Nanang, keberhasilan suatu daerah tidak terlepas dari peran kepala desa yang berhasil membangun desanya.

“Keberhasilan pembangunan di desa, karena kepala desa mempunyai kemampuan manajemen yang baik dalam mengelola dana bantuan pemerintah. Baik itu Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dan program bantuan lainnya dengan baik dan cermat,” kata Nanang.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka

Published

on

Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.

Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.

Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.

Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.

Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.

Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.

Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.

Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).

Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.

Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading