Bandar Lampung
Pemkot Berencana Jual Aset Daerah, Ini Penjelasan Kepala BPKAD M.Nur Ramdhan
Alteripost.co Bandar Lampung – Terkait berita yang sempat viral di beberapa Media, soal rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menjual aset berupa tanah pada 14 titik di delapan lokasi.
Sebelumnya, dalam isi berita yang beredar, darimana penambahan anggaran lain-lain PAD yang dimasukkan pada APBD-P Kota Bandar Lampung 2022 tersebut, pengamat politik dan pemerintahan dari Komunitas Kreatif-Inovatif untuk Kemajuan Daerah (KIKI-KEDAH) Provinsi Lampung
“Ternyata, penambahan penganggaran lain-lain PAD sebanyak Rp 132.639.978.633 itu, dari rencana penjualan tujuh aset yang dimiliki pemkot. Dan setelah kami lakukan telaah dengan mengacu pada banyak sumber, untuk menangguk dana sebanyak itu diskenariokan harga jual aset pemkot diatas NJOP yang sesungguhnya,” kata Helman Saleh pada Kamis (14/9/2023).
Kepala BPKAD Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan mengatakan, bberita yang beredar itu berawal dari interupsi dewan saat pernyataan KUA PPAS beberapa waktu lalu. “Soal penjualan aset ini sebenarnya bukan baru akan dilakukan tahun ini, itu sudah dari dulu kita sudah mencantumkan aset itu sebagai pendapatan daerah yang akan menyokong kegiatan-kegiatan di pemda”.
Rencana penjualan aset tersebut dikatakannya lagi telah dirapatkan bersama dewan dan menghasilkan kesimpulan dapat dimasukan kedalam progres. “Rencana penjualan aset itu sebetulnya telah dirapatkan bersama dewan dan menghasilkan kesimpulan bisa dimasukan kedalam progres. Kemudian apakah diperbolehkan? Itu sangat diperbolehkan, jika kita melihat di permen no. 77, penjualan aset itu merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah selain pajak, retribusi dan lainnya”. Ungkap Ramdan. melalui konpresnya di ruang BPKAD Kota Bandar Lampung, Jumat (15/9/2023).
Penjualan aset tersebut menurutnya baru rencana, jika nanti perlu dana besar yang tidak tercover oleh pendapatan di luar lainnya. Lalu menurut berita yang beredar pendapatan penjualan aset mencapai 70%.
“Dari berita yang beredar, pendapatan penjualan dari aset mencapai 70%, padahal, penjualan aset hanya bagian kecil dari pendapatan daerah, sementara sekitar Rp. 1.050.000.000.000,- itu dari pemerintah pusat, belum lagi dari DAU dan DAK”. Pungkasnya.
Dengan rencana menjual aset daerah, itu pun tidak menjadi signifikan terhadap belanja daerah, dan telah disetujui dewan melalui Banang yang sudah didiskusikan bersama, selebihnya ini tidak menjadi bola liar dimasyarakat, dan dapat dipahami dengan baik.(*)
Bandar Lampung
Jalan Wala Kuba Kembali Mulus, Eva Dwiana Cek Langsung Hasil Perbaikan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, meninjau langsung hasil perbaikan Jalan Wala Kuba di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Senin (3/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan jalan telah selesai dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman.
Dalam peninjauan itu, Eva Dwiana menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada pemeliharaan ruas jalan yang mengalami kerusakan melalui metode penambalan atau patching, sehingga kondisi jalan menjadi lebih layak dilalui.
“Perbaikan yang dilakukan di ruas Jalan Wala Kuba difokuskan pada pemeliharaan melalui penambalan (patching) pada bagian jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Eva Dwiana.
Di kawasan Sawit, Way Laga, tim melaksanakan perbaikan jalan beton sepanjang kurang lebih 300 meter menggunakan metode patching. Sementara itu, pada ruas jalan beraspal, perbaikan dilakukan secara parsial atau pada titik-titik yang mengalami kerusakan sesuai hasil evaluasi di lapangan.
Perbaikan jalan beraspal tersebut tersebar di dua lokasi utama, yakni kawasan Wala Suci dan Wala Jaya. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menangani kerusakan tanpa harus melakukan pengaspalan ulang di seluruh ruas jalan.
Selain memperbaiki badan jalan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga melakukan pemeliharaan pagar pengaman (railing) jembatan di sepanjang ruas Jalan Wala Kuba. Perbaikan fasilitas pendukung tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat melintasi area jembatan.
Dengan rampungnya seluruh pekerjaan pemeliharaan, kondisi Jalan Wala Kuba diharapkan semakin mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya warga Kelurahan Way Laga dan sekitarnya, sekaligus memberikan kenyamanan serta keamanan yang lebih baik bagi para pengguna jalan.(*)

