Lampung
Pemprov Lampung Gelar Pengajian Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445H
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya berfokus kepada pembangunan fisik saja akan tetapi juga membangun mental spiritual masyarakat.
Khusus di bidang keagamaan diantaranya melalui program merawat Indonesia dengan pemberian bantuan hibah untuk rumah ibadah dan lembaga keagamaan, memberikan insentif khusus kepada guru ngaji, Imam masjid, Marbot, Muazin, Khatib yang ada di Provinsi Lampung.
Demikian disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menghadiri Pengajian Akbar yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445H/2023M, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Senin (18/09/2023).
“Melalui kesempatan ini, saya harap kepada masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar pembangunan yang dilaksanakan saat ini, dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Mari kita singkirkan segala perbedaan dan bersama-sama meneruskan dan melanjutkan pembangunan di Provinsi Lampung,” ucap Gubernur.
Untuk diketahui, bahwa Pembangunan dibidang keagamaan merupakan salah satu Program Gubernur dalam 33 Agenda Kerja Gubernur, yakni dengan memperkuat kerukunan hidup antar umat beragama dan menjadikan rumah ibadah dan pondok pesantren sebagai pusat informasi dan pendidikan publik untuk menangkal radikalisme serta mengembangkan sikap kebangsaan.
Khusus dibidang keagamaan, Gubernur juga memberikan insentif khusus bagi guru honorer, guru PAUD, guru mengaji, guru sekolah minggu, Ustadz dan ustadzah pondok pesantren, penjaga masjid dan rumah ibadah lainnya, muazin, Khotib, imam masjid, pendeta dan para pemimpin berbagai agama, serta P3NTR, bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Kemudian melalui Program Lampung mengaji, Gubernur memfasilitasi pengembangan pemahaman dan penghafalan Al Qur’an dengan memberikan bantuan fasilitas khusus bagi rumah-rumah tahfidz dan pondok pesantren serta mendirikan perguruan tinggi ilmu Al Qur’an Lampung.
Mengakhiri sambutannya Gubernur berharap, semoga melalui kegiatan ini, kualitas iman dan taqwa masyarakat Lampung kepada Allah SWT akan makin meningkat, serta jalinan silaturahmi terhadap sesama makin harmonis demi terwujudnya kesejahteraan rakyat secara keseluruhan menuju Lampung Berjaya.
“Semoga Pengajian yang dilaksanakan hari ini, senantiasa diberikan keberkahan dari Allah SWT. Amin,” tutup Gubernur.
Pada kegiatan tersebut Gubernur menyerahkan bantuan kepada Masjid Al Munawaroh dan Masjid Muhammad Nur masing-masing Rp.15 juta, kemudian kepada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin sebesar Rp.25 juta, serta kepada 17 anak yatim piatu di Bandar Lampung.
Pengajian Akbar yang menghadirkan Penceramah Nasional Ustadz Das’ad Latif ini dihadiri oleh ribuan masyarakat Lampung dan Bupati/Walikota Se-Provinsi Lampung serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. (*).
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

