Ekonomi dan Bisnis
Kolaborasi PLN dan PMI Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian Sesama
Alteripost.co Bandar Lampung – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan kemanusiaan yang melibatkan puluhan pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) di PLN UID Lampung dilaksanakan di Kantor PLN UID Lampung. Selasa (3/10/3023).
Donor darah telah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan PLN UID Lampung setiap 2-3 bulan. Hal itu menegaskan bahwa PLN sebagai perusahaan BUMN dengan Tata Nilai Akhlak selalu mengedepankan sisi kemanusiaan pada aktivitas bisnisnya.
Alim Prasojo, pegawai PLN UID Lampung yang menjadi peserta donor darah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sesama. Alim mengaku bangga karena PLN, tempatnya bekerja selalu andil dalam setiap kegiatan kemanusiaan, salah satunya pada penyelenggaraan donor darah tersebut.
“PLN dan PMI rutin melaksanakan kegiatan donor darah setiap 2 atau 3 bulanan. Bangga sekaligus senang menjadi pendonor karena setiap tetes darah kita bisa menjadi penyelamat nyawa bagi orang lain,” ucap Alim.
Hal yang sama diungkapkan Angga Priambawa. Dia merupakan “Punggawa” kelistrikan yang juga sebagai pendonor. Menurut Angga, donor darah seperti candu bagi dirinya, karena setiap selesai donor, Angga selalu merasakan tubuhnya menjadi fit kembali.
“Ini donor yang ke-10, saya selalu mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan PLN dan PMI. Kegiatan ini sangat positif karena kita berkesempatan untuk berbagi manfaat kepada sesama,” ungkap Angga.
Begitu pun Syafrudin, pegawai PLN yang juga selaku pendonor mengaku telah ke-14 kalinya mengikuti donor darah yang diselenggarakan di Kantor PLN UID Lampung tempatnya bekerja.
“Sangat bermanfaat terutama pada sisi kemanusiaan. Kolaborasi antara PLN dan PMI seperti ini sangat baik dan perlu dipertahankan,” ujarnya.
Sementara, dr. Risqha Rumsi selaku dokter PMI mengatakan PMI menargetkan sebanyak 40 kantong darah dapat terkumpul dari PLN UID Lampung.
“Kegiatan donor di PLN UID Lampung rutin dilakukan. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin lebih baik lagi sehingga karyawan PLN juga dapat berkesempatan untuk saling membantu terutama pada masyarakat yg membutuhkan darah,” tuturnya.
Dia juga memaparkan beberapa tips yang perlu diperhatikan pendonor sebelum melakukan donor darah, diantaranya:
1. Tubuh harus dalam kondisi sehat dan fit.
2. Istirahat cukup, lebih dari 4 jam.
3. Makan makanan yang bergizi.
4. Bagi pendonor perempuan, tidak dalam kondisi hamil atau menstruasi.
5. Pendonor tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan.
6. Lebih dari 60 hari sejak donor sebelumnya.
7. Usia pendonor mulai 17 tahun hingga 60 tahun.(*)
Ekonomi dan Bisnis
Inflasi Lampung Juni 2026 Melandai, BI Pastikan Tetap Dalam Target
Alteripost Bandar Lampung – Laju inflasi Provinsi Lampung pada Juni 2026 tercatat melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, inflasi tahunan tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Bank Indonesia (BI), menunjukkan stabilitas harga di daerah masih terjaga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, inflasi Juni 2026 secara bulanan (month-to-month/mtm) mencapai 0,55 persen, lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,82 persen.
Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat 2,46 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa tekanan inflasi pada Juni 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi. Komoditas bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,21 persen, seiring penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan andil terhadap kenaikan inflasi. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan, meningkatnya permintaan, faktor cuaca, serta kenaikan biaya produksi dan distribusi.
Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan nugget. Penurunan harga tersebut didorong oleh meningkatnya pasokan hasil panen serta normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.
Bank Indonesia memperkirakan inflasi Provinsi Lampung hingga akhir 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diantisipasi, di antaranya potensi kenaikan harga energi global, gangguan pasokan pangan akibat faktor cuaca, fluktuasi nilai tukar, serta dampak lanjutan penyesuaian tarif transportasi.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui empat pilar utama, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pelaksanaan operasi pasar, penguatan kerja sama antardaerah, optimalisasi distribusi pangan, hingga peningkatan koordinasi lintas instansi.
Bimo Epyanto menegaskan bahwa Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi dalam mengendalikan inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global maupun domestik.
“Dengan sinergi yang kuat bersama seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis inflasi Lampung tetap terkendali dalam kisaran sasaran sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Bimo. (rls)

