Ruwajurai
Aplikasi Tukang Online Binaan DPP AWPI Hadir Dalam Mengatasi Masalah Pengangguran
Alteripost.co Bandar Lampung – Aplikasi Tukang Online Binaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) hadir sebagai solusi pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan pertukangan, Senin (9/10/2023).
Diketahui, saat ini Aplikasi tukang online ikut serta berpartisipasi dalam event Pekan Raya Lampung (PRL) 2023, PKOR Way Halim Kota Bandar Lampung. lokasi STAN tukang online ini berada di dalam Gedung Sumpah Pemuda.
Ketua DPP AWPI, Hengki Ahmad Jazuli mengatakan bahwa Aplikasi Tukang Online ini merupakan wirausaha binaan DPP AWPI yang kedepannya akan dikembangkan hingga tingkat nasional.
“Tukang Online ini merupakan salah satu wirausaha binaan departemen koperasi DPP AWPI, kita tonjolkan Tukang Online ini sebagai salah satu produk DPP AWPI yang kedepannya akan kita bawa ke skala nasional,” ujarnya.
Hengki menambahkan, Aplikasi Tukang Online ini hadir di Provinsi Lampung sebagai solusi pemerintah dalam masalah pertukangan dengan membina dan mengedukasi tukang-tukang tradisional menjadi tukang yang profesional.
“Tahap pertama adalah pengembangan wirausaha di Provinsi Lampung, maksut dan tujuan wirausaha Tukang Online ini adalah membantu pemerintah dalam memecahkan masalah pengangguran, kemudian juga membantu pemerintah menyediakan tukang-tukang yang ahli dan profesional, sehingga tukang-tukang tradisional ini akan kita bina agar menjadi tukang yang kompeten dan profesional,” tutur dia.
Sementara itu, Direktur Utama Aplikasi Tukang Online Andri Yanto mengatakan bahwa, aplikasi Tukang Online baru pertama ada di Lampung.
“Untuk masuk diaplikasi Tukang Online, tukang atau orang tersebut harus memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Aplikasi Tukang Online agar jika terjadi perselisihan maka konsumen bisa komplain langsung keaplikasi Tukang online dan Aplikasi Tukang Online yang menyelesaikannya,” Terang Andri.
Menurutnya, konsepnya hampir sama seperti gojek, Lazada dan lain-lain. Sehingga Aplikasi Tukang online menutupi kekurangan yang sudah ada dengan memberikan solusi untuk masyarakat agar lebih mudah mencari tukang.
“Baik tukang sol sepatu, bersih-bersih, tukang bangunan dan lain-lain. Dengan harga yang dinego langsung oleh konsumen dan tukang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada tanggal 12 Oktober 2023 mendatang, Aplikasi Tukang Online akan segera mengadakan Grand Opening. (rn).
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

