Ekonomi dan Bisnis
Panitia Tambah Tiket Online Konser Tipe-X, Ini Cara Bedakan Tiket Asli dan Palsu
Alteripost.co Bandar ampung- Setelah puluhan ribu penonton dibuat ambyar dengan penampilan NDX AKA di gelaran Pekan Raya Lampung (PRL) 2023, giliran Tipe-X yang akan mengajak penonton berSka ria.
Salah satu band papan atas Indonesia itu akan menggebrak panggung utama PRL 2023 pada Senin (16/10/2023) malam. Head Office PRL 2023 Mico Periyando yang didampingi Wakil Head Office Arkan Yusuf, yakin penonton setia Tipe-X akan memadati areal panggung.
“Sampai malam ini, penjualan tiket online untuk menonton Tipe-X sudah mencapai 3.000 tiket. Kami optimis akan terus bertambah sampai Hari-H nya,” ungkap Mico di Sekretariat PRL 2023, PKOR Way Halim, Kamis (12/10) malam.
Mico memaparkan, tiket konser Band Tipe X pada presale Tahap 1 sebanyak 3.000 tiket, seharga Rp.20 ribu sudah habis terjual. Tapi masyarakat jangan khawatir akan kehabisan tiket online.
Sebab, panitia akan membuka kembali penjualan tiket online pada presale Tahap 2 sebanyak 2.000 tiket seharga Rp30 ribu. Lalu presale Tahap 3 sebanyak 2.000 tiket seharga Rp40 Ribu dan presale Tahap 4 sebanyak 3.000 tiket dengan harga Rp50 ribu.
Waspada Tiket Palsu
Dari pantauan panitia, mulai banyak beredar gelang tiket palsu, yang dijual oknum tidak bertanggung jawab dengan harga fantastis. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan tidak tertipu, karena penjualan tiket dan penukaran tiket hanya melalui panitia resmi PRL 2023.
Berikut cara membedakan tiket asli dan palsu PRL 2023:
1. Tiket asli warnanya lebih cerah dan mengkilap. Tiket palsu warnanya lebih pudar dan kusam.
2. Tiket asli memiliki grid atau cacahan. Tiket palsu tidak ada gridnya.
3. Tiket asli tidak mudah sobek karena bahannya berkualitas. Tiket palsu mudah sobek karena bahannya kertas biasa.
4. Tiket asli tahan air karena bahan waterproof. Tiket palsu mudah buyar jika terkena air.
5. Tiket asli memiliki barcode yang bisa di scan. Tiket palsu barcode nya tidak terlihat dan tidak bisa di scan. (Rls)
Ekonomi dan Bisnis
Bank Lampung dan Pemprov Lampung Bersinergi Majukan Pertanian Mesuji
Alteripost Mesuji – Bank Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji.
Pada Rabu (24/6/2026), Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Bank Lampung Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp562 juta.
Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.
Program restocking perikanan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara itu, Pemkab Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa program restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan teknologi bed dryer di 500 desa sebagai solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan gabah yang selama ini menyebabkan turunnya kualitas dan harga jual hasil panen. Upaya penguatan sektor agribisnis juga didukung melalui kerja sama permodalan dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Alsintan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dan Bupati Mesuji turut meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor usaha produktif dan UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan.
“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana.
Melalui dukungan permodalan yang berkelanjutan, Bank Lampung berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)

