Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Djunaidi Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Arinal saat membuka Festival Pangan Lokal dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-43 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2023 di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur, Jumat (03/11/2023).

Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan dalam kehidupan manusia. Ia juga mengingatkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tantangan perubahan iklim yang dapat berdampak pada ketersediaan pangan.

“Saat ini kita tengah menghadapi dampak perubahan iklim El Nino yang menyebabkan kekeringan yang mempengaruhi penurunan produksi pertanian di Provinsi Lampung, dan berdampak terhadap harga bahan pangan pokok, seperti beras menjadi tinggi,” ucap Gubernur.

Melihat fenomena tersebut, Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi telah mengambil langkah-langkah agar dampak El Nino tidak semakin meluas dan bisa diantisipasi khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan di Provinsi Lampung.

Gubernur Arinal juga mengatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk sumber daya pangan lokal. Oleh karena itu, Lampung memiliki potensi yang besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Kita harus optimis dan sigap mengambil momentum untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan,” kata Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk memajukan UMKM, termasuk UMKM di bidang pangan. Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk memajukan UMKM, termasuk UMKM di bidang pangan.

Berdasarkan data perkembangan sektor Koperasi dan UKM di Provinsi Lampung, UMKM di Provinsi Lampung tercatat sebanyak 273.457 unit yang terdiri dari usaha mikro 263.778 unit, usaha kecil sebanyak 9.303 unit dan usaha menengah sebanyak 376 unit.

“Saya berharap jumlah ini akan terus berkembang dan diperbanyak di masa-masa yang akan datang, Saya juga berharap kegiatan ini akan menjadi semangat baru bagi kebangkitan ekonomi di sektor UMKM Pangan Lokal untuk terus berkarya mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” kata Gubernur Arinal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung yang telah berperan aktif dalam menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakan Selamatkan Pangan melalui “Stop Boros Pangan”.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Bani Ispriyanto, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan, kemudian mempromosikan pangan lokal sebagai upaya diversifikasi pangan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Tim Penggerak PKK baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Perbankan, Swasta serta organisasi kemasyarakatan.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas masyarakat tentang makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang tepat dalam mendukung peningkatan produksi pangan, akses pasar dan peningkatan omset pelaku UMKM sektor pertanian, sebagai media promosi produk unggulan pertanian yang berasal dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, serta sebagai sarana untuk pengendalian inflasi dengan mengedepankan kegiatan gerakan pangan murah,” ungkapnya.

Festival Pangan Lokal ini diikuti oleh para pelaku UMKM pangan lokal dari kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang menampilkan berbagai produk pangan lokal, mulai dari makanan, minuman, hingga hasil pertanian dan perkebunan.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan berbagai kegiatan, seperti Lomba cipta menu B2SA, Bazar UMKM Pangan Lokal, Festival Produk Unggulan Pertanian, Gerakan Stop Boros Pangan, FGD Keamanan Pangan, dan Gerakan Pangan Murah. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Penjualan Kendaraan Baru Berpeluang Dongkrak PAD Lampung

Published

on

Foto: Data semester I 2026, terkait realisasi persentase penjualan unit kendaraan baru R4 dan R2

Alteripost.co, Bandarlampung-
Deretan showroom kendaraan di Lampung sepanjang semester pertama 2026 tak hanya menjadi tempat transaksi jual beli sepeda motor dan mobil. Di balik meningkatnya penjualan kendaraan baru, ada kabar yang lebih besar yakni pendapatan daerah ikut terdongkrak.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menunjukkan realisasi kendaraan baru periode Januari-Juni 2026 meningkat cukup signifikan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan kendaraan roda dua mencapai 74.170 unit, naik 19 persen dibanding semester pertama 2025 yang sebanyak 62.239 unit. Bersamaan dengan itu, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melonjak dari Rp9,30 miliar menjadi Rp11,12 miliar, atau naik sekitar 20 persen. Penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga meningkat 19 persen, dari Rp85,09 miliar menjadi Rp101,26 miliar.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada kendaraan roda empat. Penjualan mobil baru naik dari 5.558 unit menjadi 7.939 unit, atau tumbuh 43 persen. Dampaknya langsung terasa terhadap penerimaan daerah. PKB meningkat 34 persen, dari Rp12,84 miliar menjadi Rp17,17 miliar, sementara BBNKB naik 33 persen, dari Rp91,69 miliar menjadi Rp122,22 miliar.

Angka-angka itu memperlihatkan hubungan yang erat antara pertumbuhan ekonomi dengan kemampuan pemerintah daerah mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketika masyarakat dan pelaku usaha kembali memiliki daya beli, penerimaan pajak ikut bergerak naik.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai semakin kuat.

“Peningkatan penjualan kendaraan baru menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat membaik dan berdampak langsung terhadap meningkatnya penerimaan daerah. Pendapatan ini akan kami kembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus berupaya menjaga iklim investasi, memperbaiki pelayanan publik, sekaligus menghadirkan sistem pembayaran pajak yang semakin mudah agar kepatuhan masyarakat meningkat.

Kenaikan penerimaan PKB dan BBNKB juga menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal. Semakin besar penerimaan pajak daerah, semakin besar pula ruang pemerintah membiayai berbagai program pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.

Semester pertama 2026 pun memberikan optimisme baru. Di tengah tantangan ekonomi nasional, sektor otomotif di Lampung justru menunjukkan geliat yang mampu menjadi salah satu penggerak pendapatan daerah. Dari setiap kendaraan yang keluar dari showroom, roda pembangunan daerah ikut berputar lebih cepat. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading