Lampung
Pemprov Lampung Gelar Pelepasan Wagub Lampung Periode 2019 – 2024
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri acara Pelepasan Wakil Gubernur Lampung periode 2019 -2024 Chusnunia Chalim di Ruang Abung Balai Keratun, Jum’at (03/11/2023).
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini terkait dengan pengunduran diri Wakli Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Lampung karena keikutsertaannya dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2024 mendatang.
Untuk diketahui bahwa Kepala dan Wakil kepala daerah yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif tingkat DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Pemilu 2024, harus mengundurkan diri dari jabatannya.
Hal tersebut diatur dalam Pasal 182 huruf k dan Pasal 240 Ayat (1) huruf k Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Selanjutnya terkait dengan pengunduran diri Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Presiden Republik Indonesia telah memberikan persetujuan melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 90/P/2023 tanggal 2 Oktober 2023.
“Saya hadir untuk mengucapkan salam perpisahan kepada sosok yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan memiliki kontribusi besar bagi kemajuan Provinsi Lampung, yang tidak lain adalah Wakil Gubernur Lampung yang terhormat,” ungkap Gubernur Lampung.
Gubernur Arinal Djunaidi juga mengatakan bahwa berkumpulnya hari ini untuk merayakan perjalanan yang luar biasa dari seorang pemimpin muda yang penuh inovasi dan telah bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat Lampung.
“Dalam suasana kebersamaan ini, izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih atas kerja keras, semangat, dan dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Ibu Chusnunia Chalim selama bertugas sebagai Wakil Gubernur,” ucapnya.
Perjuangan dan kerja keras Wakil Gubernur Lampung telah menjadi tonggak bersejarah bagi kemajuan Lampung. Setiap upaya, setiap keputusan, dan setiap langkah yang telah diambil selama masa jabatan telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, kemajuan pendidikan, peningkatan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.
Berkat berbagai usaha kerja keras serta dukungan seluruh masyarakat Pemerintah Provinsi Lampung berhasil meraih berbagai prestasi dari berbagai sektor dan program pembangunan. Sosok Chusnunia adalah contoh kaum perempuan muda yang sangat menginspirasi.
Di balik setiap keputusan yang sulit, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah berkomitmen untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat Lampung. Semua keputusan yang diambil senantiasa memperhatikan kebutuhan masyarakat, demi terciptanya keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung sangat menghormati integritas, komitmen, dan semangat juang Chusnunia Chalim dalam memajukan Provinsi Lampung. Kerja kerasnya telah menjadi pendorong bagi seluruh ASN untuk terus bekerja dengan sepenuh hati demi kepentingan Lampung.
“Saya yakin bahwa kerja keras Ibu akan terus lekat dalam setiap langkah pembangunan di masa depan, mewujudkan visi dan misi yang telah kita sepakati bersama,” ucap Arinal Djunaidi.
Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih atas segala upaya yang telah dilakukan oleh Chusnunia Chalim selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung.
“Terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang luar biasa dari Ibu Nunik, para pejabat, serta seluruh masyarakat Provinsi Lampung. Mari kita terus bersama-sama membangun Lampung yang lebih baik, lebih maju, dan lebih Berjaya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut Chusnunia Chalim menyampaikan kebahagiaannya dan kebanggaannya menjadi bagian dalam Pemerintahan Provinsi Lampung.
“Rasanya baru kemarin dijemput dari bandara mendampingi Pak Gubernur setelah dilantik oleh Presiden RI Bulan Juni 2019, kemudian berangkat ke Mahan Agung disambut tokoh-tokoh adat, sepertinya baru kemarin siang, ternyata sudah 4 setengah tahun berlalu,” ungkap Wakil Gubernur.
“Kata orang kalau kita bekerja dengan Passion atau dengan hati rasanya waktu cepat berlalu, Saya rasakan bekerja di Pemerintahan Provinsi Lampung mendampingi Bapak Gubernur karena saya merasa bekerja di Pemprov Lampung ini rasanya betul – betul dengan hati apalagi dipimpin beliau jadi tahu bahwa beliau sangat-sangat mencintai Lampung,” lanjutnya.
Chusnunia Chalim juga mengatakan bahwa keputusannya untuk menentukan pilihan bukan hal yang mudah namun dirinya yakin bahwa membangun daerah yang dicintainya bisa melalui berbagai jalan.
“Mendapat penugasan bukan sekedar berat, tapi Saya berpikir ulang bahwa Saya ndak pergi, toh itu juga untuk tetap bersama rekan-rekan pemimpin daerah untuk membangun daerah dari tempatnya masing-masing, dimanapun yang penting memberikan manfaat untuk pembangunan di daerah,” ucap Chusnunia Chalim.
Chusnunia Chalim menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf selama dirinya mengemban jabatan sebagai Wakil Gubernur Lampung.
“Tidak ada kata-kata yang bisa mewakili rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan selama 4,5 tahun ini, Saya, Terima kasih saya ucapkan atas kesempatan yang diberikan oleh Pak Gubernur, belum tentu ada yang seberuntung Saya diberikan kesempatan untuk mendampingi beliau yang memberikan kebebasan saat Saya menjalankan tugas,” ucapnya.
“Bapak dan ibu jika selama 4,5 tahun ada hal yang kurang berkenan atau ada hal yang keliru atau khilaf dan sebagainya, Saya memohon maaf, terkhusus kepada Pak Gubernur selama saya mendampingi Bapak Gubernur terdapat banyak kekurangan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan untuk seluruh Rakyat Lampung yang telah memberikan kesempatan kepada Saya tahun 2018 yang lalu,” pungkasnya.
Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto beserta seluruh jajaran Pejabat Pimpinan tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Perwakilan DPRD Provinsi Lampung. (*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

