Lampung
Gubernur Arinal Apresiasi Operasi Katarak Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian dan Cinta Kasih Yayasan Buddha untuk Kemanusiaan
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi pelaksanaan operasi gratis Katarak, Pterygium, Hernia dan Benjolan yang digagas oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan cinta kasih untuk kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke- 142 di Halaman Rumah Sakit Budi Medika, Bandar Lampung, Jumat (1/12/2023).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerjasama dengan Korem 043/Garuda Hitam dan Rumah Sakit Budi Medika dengan menyelenggarakan operasi katarak, pterygium, hernia dan benjolan secara gratis.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak terkait, khususnya kepada Rumah Sakit Budi Medika telah mengambil andil yang sangat besar dalam bakti sosial ini,” ujar Arinal.
Sebanyak 280 orang yang akan menjalani operasi yang dilaksanakan pada 1-2 Desember 2023 di Rumah Sakit Budi Medika.
Sebelumnya para pasien ini telah terlebih dahulu menjalani screening pada 25 November 2023 lalu di Aula Korem 043/Garuda Hitam.
Ia menyebutkan kehadiran dan dukungan semua pihak merupakan bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Semoga kegiatan yang dilandasi rasa kebersamaan dan kemanusiaan ini, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada warga penderita,” katanya.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata dari semangat kepedulian dan kebersamaan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Lampung.
“Operasi yang dilakukan hari ini merupakan langkah yang sangat penting dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang layak bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Bakti sosial ini juga, lanjut Arinal sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada kesetaraan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh warga negara.
“Kita semua memiliki peran penting dalam memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam upaya mencapai kesejahteraan bersama. Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa memperhatikan kesehatan masyarakat melalui salah satu program kami Lampung Sehat,” katanya
Sementara itu, Ketua Tzu Chi Lampung Alesius Bunawan mengatakan pelaksanaan operasi ini menjadi bentuk kepedulian dan perhatian pihaknya kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami bersyukur dapat berada bersama-sama bapak ibu sekalian hari ini walaupun kita berasal dari keluarga yang berbeda, bertempat tinggal ditempat yang berbeda, namun perasaan saling memberi perhatian tidak dapat dihalangi oleh perbedaan-perbedaan itu,” ujar Alesius.
Ia mengucapkan terima kasih kepada relawan Tzu Chi, para tim medis dan dokter yang telah memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan bakti sosial ini.
“Terima kasih kepada Rumah Sakit Budi Medika yang telah membantu sehingga hari ini kita bisa bersama-sama disini untuk melakukan pengobatan ini,” katanya.
Dalam acara itu, Gubernur berkesempatan menyapa masyarakat yang akan menjalani operasi. Jugs diserahkan bantuan beras 5kg kepada seluruh pasien yang menjalani operasi ini.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

