Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Menyediakan 60 Titik Wifi Gratis
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyediakan 60 titik Wireless Fidelity (WiFi) gratis tanpa menggunakan sandi bagi masyarakat di Kota Tapis Berseri.
Penyediaan WiFi gratis merata di 20 kecamatan di Bandar Lampung, ini merupakan implementasi program Smart City yang sebelumnya telah digagas oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Walikota Eva Diana menginginkan, kota ini sebagai Smart City berbasis Teknologi Informasi. Kata Plt Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bandar Lampung Dirmansyah. Selasa (5/12/2023).
Adapun tempat titik titik penyediaan WiFi tersebut seperti di k kantor kelurahan, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), kota pasaran, UMKM Bung Karno dan Gedung Pelayanan Satu Atap lingkungan Pemkot Bandar Lampung.
“Tujuan pemasangan WiFi gratis ini agar masyarakat Kota Bandar Lampung bisa dapat mengakses informasi dengan cepat, mudah, murah dan tentunya gratis”. Terangnya.
Lanjut Plt Kadis Kominfo Kota Bandar Lampung, program WiFi gratis tersebut sejalan dengan konsep yang telah dicanangkan Pemkot Bandar Lampung yang menerapkan Bandar Lampung Smart City. Jelasnya.
“Ke depan semua pelayanan publik akan berbasis teknologi dalam pelayanan publik. Secara bertahap, pemkot akan mengintegrasikan semua OPD terkoneksi dalam satu jaringan”. Pungkasnya. (Ta)
Bandar Lampung
Tim Provinsi Nilai Gedong Air, Bunda Eva Bidik Prestasi Nasional 2026
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Jumat (26/6/3026).
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.
Eva Dwiana menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.
“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujarnya.
Menurut Eva, Kelurahan Gedong Air memiliki keunggulan dari sisi keberagaman masyarakat. Warga yang berasal dari berbagai suku, seperti Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, hidup berdampingan dengan semangat toleransi serta gotong royong yang tetap terjaga.
Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan pelestarian budaya melalui berbagai kelompok seni, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.
Selain itu, Kelurahan Gedong Air dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.
Ia menambahkan, Kelurahan Gedong Air juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Eva berharap, hasil penilaian tingkat provinsi dapat mengantarkan Kelurahan Gedong Air menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tutupnya.(*)

