Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Srikandi PLN Sapa Pelanggan, Bagikan Tips Listrik Nyaman Jelang Nataru

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Srikandi PLN sebagai komunitas perempuan PLN melakukan sosialisasi tentang Tips Listrik Nyaman Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kepada pelanggan PLN di Bandar Lampung, Jumat (12/12/2023). Kegiatan yang dikemas dalam program “Sapa Pelanggan” tersebut juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menunaikan kewajibannya dengan membayar listrik di awal waktu.

Elok Faiqoh Saptining Ratri, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung menegaskan bahwa listrik menjadi hal yang sangat penting di kehidupan masyarakat. Terlebih, beberapa pekan kedepan sebagian masyarakat akan melaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Listrik merupakan kebutuhan primer Masyarakat. Sudah saatnya kita sebagai insan PLN untuk semakin gencar memberikan informasi terkait kelistrikan. Srikandi PLN sangat antusias untuk terjun langsung ke lapangan dan mengedukasi pelanggan secara langsung”, kata Elok.

Edukasi terkait pembayaran listrik di awal waktu merupakan pesan baru, karena sebelumnya pesan yang disampaikan oleh PLN adalah pentingnya membayar listrik tepat waktu, yakni sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Mengingat sebentar lagi adalah perayaan Nataru dimana penggunaan listrik akan meningkat daripada waktu sebelumnya, tips penggunaan listrik ketika Nataru juga disampaikan pada kesempatan yang sama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membayar listrik di awal waktu terutama pada saat ini yang sudah mendekati perayaan Nataru. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan pembayaran listrik ketika memutuskan untuk berlibur merayakan Nataru. Selain itu, dengan membayar listrik di awal waktu, masyarakat berkontribusi untuk menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih awal,” tambah Elok.

Kegiatan Srikandi PLN Sapa Pelanggan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari pelanggan. Mumun (42) warga Way Halim, Bandar Lampung mengungkapkan apresiasinya ketika menjadi salah satu pelanggan yang dikunjungi oleh Srikandi PLN.

“Program yang bagus sekali. Masyarakat membutuhkan edukasi tentang pentingnya membayar listrik di awal waktu. Selain itu, Srikandi PLN juga membagikan tips seputar kenyamanan menggunakan listrik khususnya di momen perayaan Nataru yang tinggal menghitung hari,” ungkap Mumun.

Sementara itu General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Saleh Siswanto menjelaskan bahwa selain fokus pada meningkatkan produktivitas operasional bisnis, saat ini PLN juga secara masif melakukan transformasi salah satunya adalah dengan mendorong srikandi untuk mengambil peran lebih banyak pada lini bisnis maupun kegiatan sosial seperti Sapa Pelanggan kali ini.

“Program Srikandi Sapa Pelanggan ini diharapkan dapat mendorong pembentukan karakter para Srikandi PLN agar dapat berperan lebih banyak dalam peningkatan produktivitas operasional bisnis. Selain itu, melalui program ini, menjadi awal bagi masyarakat untuk membiasakan melakukan pembayaran listrik di awal waktu,” papar Saleh Siswanto.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026

Published

on

Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.

“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.

“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.

Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.

Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.

Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.

Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.

Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.

Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading