Ekonomi dan Bisnis
Nasabah KC Pringsewu Raih Grand Prize Undian Tabungan Lokal Bank Lampung 2024
Alteripost Bandar Lampung – Nasabah Bank Lampung Kantor Cabang Pringsewu berhasil meraih grand prize mobil Avanza, undian lokal Bank Lampung 2024 yang digelar Sabtu (2/3/2024) di Graha Wangsa.
Pengundian hadiah utama pesta tahunan Bank Lampung ini dilakukan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaedi. Dilanjutkan penyerahan secara simbolis hadiah grand prize kepada Kepala Bank Lampung KC Pringsewu didampingi para pemegang saham Bank Lampung lainnya, Komisaris dan Direksi Bank Lampung.
Untuk Hadiah grand prize ke-2 berupa mobil Daihatsu Ayla diraih oleh Nasabah Bank Lampung Kantor Cabang Pembantu Kartini Bandar Lampung.
Gubernur Arinal Djunaidi juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh nasabah yang berhasil memenangkan hadiah dalam undian tabungan lokal Bank Lampung 2024 ini.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat dalam laporannya mengungkapkan total hadiah undian tabungan lokal Bank Lampung 2024 mencapai Rp 765 juta lebih. Dimana hadiah grand prize 1 berupa 1 unit mobil Alla New Avanza, grand prize II yaitu 1 unit mobil Daihatsu Ayla.
“Kemudian untuk hadiah ke-II berupa uang tunai Rp15 juta untuk 5 orang pemenang, hadiah ke-III uang tunai 5 JT untuk 10 pemenang dan hadiah ke-IV uang tunai 1 juta untuk 240 orang pemenang” ujar Presley Hutabarat.
Lebih lanjut Presley Hutabarat menjelaskan untuk penarikan undian tabungan lokal Bank Lampung 2024 hadiah ke-II sampai ke-IV telah dilakukan sehari sebelumnya yaitu Jum’at (1/3/2024) di kantor pusat Bank Lampung.
Lima hadiah ke-II dimenangkan oleh nasabah Bank Lampung KCP Pringsewu, KCP Gedung Tataan, KCP Bakauheni, KC Bandar Lampung dan KCP Simpang Pematang.
Untuk 10 pemenang Hadiah ke-III uang tunai Rp 5 juta para pemenangnya antara lain nasabah Bank Lampung KC Metro, KCP Kartini, KC Kotabumi, KC Bandar Lampung, KC Kalianda, Bukit Kemuning, Liwa.
Sedangkan 240 hadiah ke-IV uang tunai Rp 1 juta diraih oleh nasabah Bank Lampung dari Bank Lampung KCP Kartini, Antasari , Teluk Betung Selatan, Sukadana, Simpang Pematang dan lainnya.
Dikesempatan tersebut Presley Hutabarat mengungkapkan dalam mendukung Program Kartu Petani Berjaya (KPB), Bank Lampung Per 31 Desember 2023 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp. 889 Milyar untuk 12.842 orang Debitur, pada sektor ekonomi pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan;
Penyaluran Kredit Produktif pada tahun 2023 sebesar Rp 2.10 T meningkat dari tahun lalu sebesar Rp 1.37 triliun atau tumbuh 53.31% dan Kredit Konsumtif tumbuh 0.79%, secara keseluruhan Komposisi Kredit Bank Lampung saat ini 30.18% Penyaluran Kredit Produktif dan 69.82% Kredit Konsumtif. menandakan makin bertambahnya peran Bank Lampung dalam peningkatan perekonomian di Lampung
Presley Hutabarat juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Lampung beserta Bupati/Walikota Se-Provinsi Lampung sebagai para pemegang saham yang telah memberikan support dan dukungan luar biasa bagi kemajuan Bank Lampung. (*)
Ekonomi dan Bisnis
Mengulas Kenaikan BI Rate ke 5,75, Apakah Sudah Efektif Dalam Menjaga Stabilitas Rupiah?
Alteripost.co, Nasional-
Posisi rupiah sempat beberapa hari menguat di saat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-rate menjadi 5,75 persen. Namun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali melemah ke level sekitar Rp.17.950. Hal ini memicu pertanyaan, apakah langkah Bank Indonesia sudah cukup efektif dalam menjalankan kebijakan moneternya?.
Dalam beberapa bulan terakhir, patut diakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Suku bunga dinaikkan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dibuat semakin menarik, dan berbagai instrumen moneter digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan ini dijalankan di tengah situasi global yang sedang tak bersahabat.
Penguatan Dollar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi hampir seluruh negara berkembang (emerging markets).
Pihak Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.
“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.
Selain itu, suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.
Tentunya kita sebagai masyarakat terus menanti kebijakan-kebijakan strategis lainnya ke depan dari Institusi-instusi terkait, dalam menjaga keseimbangan pasar guna memperkuat ekosistem ekonomi dalam negeri.
Selain itu, kita juga sebagai masyarakat perlu berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan. Seperti mencintai produk-produk lokal, menjaga kondusivitas, serta menciptakan iklim yang bersahabat untuk meningkatkan kepercayaan dari pihak investor baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.
Salam Hangat
Agus Sihotang

