Ekonomi dan Bisnis
Intip Jam Layanan Bank Lampung Selama Ramadhan
Alteripost Bandar Lampung – Humas Bank Lampung Edo Lazuardi, Rabu (13/2/2024) menyampaikan adanya perubahan jam layanan Bank Lampung selama bulan suci Ramadhan tahun 2024. Untuk pelayanan kantor – kantor operasional Bank Lampung buka pada hari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.30 s.d 14.00 Wib.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat dan nasabah Bank Lampung, bahwa selama suci Ramadhan 2024 ini jam layanan Bank Lampung mengalami perubahan. Dimana beroperasi pada hari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.30 s.d 14.00 Wib. Dengan adanya perubahan jam layanan ini diharapkan nasabah dapat mengerti dan menyesuaikan jika ingin menggunakan layanan Bank Lampung di kantor operasional” ujar Edo Lazuardi.
Hari pertama beroperasi dibulan suci Ramadhan, pelayanan di sejumlah kantor operasional Bank Lampung di Bandar Lampung tampak berjalan normal. Tidak tampak adanya penumpukan nasabah meski usai hari libur nasional selama beberapa hari.
Menurut Edo, saat pagi cukup banyak terlihat nasabah yang datang ke kantor operasional Bank Lampung namun tidak sampai terjadi penumpukan. Seperti di kantor cabang Bandar Lampung, aktivitas hari ini tampak cukup banyak nasabah yang datang namun itu masih tergolong normal.
“Dari banyaknya nasabah yang datang ke Bank Lampung cabang Bandar Lampung mayoritas mereka ke bagian customer service. Untuk mendapatkan layanan penggantian ATM, pembuatan L-Online, pemindahan fasilitas L-Online dari handphone sebelumnya. Sementara transaksi di teller tidak terlalu banyak” jelasnya.
Diakui Edo, tidak banyaknya nasabah yang datang ke teller meski usai libur salah satunya dikarena keberadaan fasilitas L-Online dan ATM Bank Lampung. Sehingga untuk melakukan transaksi nasabah tidak harus datang ke kantor operasional. Cukup menggunakan fasilitas – fasilitas yang ada L-Online maupun ATM.
Tidak adanya penumpukan nasabah di hari kedua Ramadhan ini juga tampak di kantor – kantor operasional Bank Lampung lainnya. Yaitu KCP Antasari, KCP Teuku Umar, KCP Kartini dan lainnya. (*)
Ekonomi dan Bisnis
OJK Tindak Lanjuti Masukan MSCI, Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan
Alteripost Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. yang memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi dan integritas pasar modal nasional.
Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan. Inisiatif tersebut meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK menghormati pandangan MSCI dan terus melakukan pembenahan serta menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan.
OJK juga memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan. OJK menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Menurut Hasan, salah satu aspek penting dalam agenda reformasi tersebut adalah penguatan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Hasan.
Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus membangun komunikasi konstruktif dengan lembaga penyedia indeks global dan investor institusi internasional.
Komunikasi berkelanjutan tersebut bertujuan memastikan otoritas Indonesia dapat menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal nasional, sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan guna mendukung penyempurnaan pasar modal secara berkelanjutan.(*)

