Tulang Bawang
Jelang Idul Adha 2024, Distan Tuba Pastikan Hewan Ternak Aman Dari PMK dan Antraks
Alteripost Tulang Bawang – Dinas Pertanian Tulangbawang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan memastikan hewan ternak siap potong jelang Idul Adha 2024 aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Antraks.
Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan pihaknya bersama unsur terkait lain di sejumlah lokasi di 15 Kecamatan yang ada di Tulangbawang beberapa waktu lalu.
“Untuk kasus PMK sampai hari ini tidak ada (nihil). Bahkan tidak ada laporan dari teman-teman yang bertugas di lapangan adanya kasus PMK itu. Sedangkan untuk penyakit antraks syukur alhamdulillah di pulau Sumatera khususnya Tulangbawang ini juga tidak ada penyakit antraks tersebut,” jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasib Subagio, Jumat (31/5/2024) kemarin.
Hal ini menurutnya berkat kerjasama yang baik bersama balai karantina dan pihak terkait lainnya, sehingga dua penyakit hewan tersebut bisa dicegah penyebarannya.
“Kemarin kita juga sempat turun baik itu dengan teman-teman Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan dari Polres untuk mengecek langsung baik itu ketersediaan hewan kurban, kondisi kesehatan hewan serta mengecek sejumlah pedagang daging higienis yang ada di pasar,” paparnya.
Ia mengungkapkan adanya pengecekan itu guna memastikan stok dan kesehatan hewan aman. Apalagi menjelang Idul Adha tahun 2024 mendatang.
“Dari hasil pengecekan sejumlah hewan ternak dibeberapa lokasi dipastikan aman dari penyakit, khususnya dari penyakit PMK dan Antraks,” ungkap Nasib Subagio.
Ia juga menuturkan terdapat ciri-ciri khusus yang dapat dilihat bilamana terdapat hewan ternak yang terpapar penyakit PMK.
Antara lain mulut berbusa, luka lepuh pada bagian kuku, bahkan bilamana sudah akut kuku akan lepas dengan sendirinya. Sedangkan untuk penyakit antraks terdapat cairan darah yang keluar dari semua lubang, baik dari lubang hidung, telinga dan dubur.
“Dan khusus untuk penyakit antraks ini sifatnya zoonosis ataupun bisa menular kepada manusia, jadi bilamana penyakit antraks tersebut masuk ke tubuh manusia tentunya sangat berbahaya,” tegasnya.
“Tetapi Alhamdulillah tidak ada kasus Antraks yang menyerang hewan ternak di Tulangbawang,” tambah dia.
Namun ia tetap menghimbau kepada masyarakat sekitar menjelang Idul Adha 2024, agar bisa lebih jeli dalam membeli hewan ternak atau kurban yang sehat.
“Semua bisa dilihat secara langsung dari fisiknya yang lincah dan bulunya tidak kusam dan nafsu makan hewan tersebut bagus. Dan tidak terdapat cacat atau luka pada bagian tubuh sesuai ciri-cirinya penyakit PMK dan Antraks”. Pungkasnya. (Can).
Tulang Bawang
Wakili Bupati, Asisten II Anthoni Hadiri Giat Konferkab IX PWI Tuba Periode 2026-2029
Alteripost Tulang Bawang – Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Anthoni ikut menghadiri konferensi kabupaten IX PWI Tulangbawang periode 2026-2029, Senin (15/6/2026).
Hadir pada kesempatan itu, Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah, Penasehat PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian, Plt Ketua PWI Tulangbawang Lukmansyah, sejumlah unsur Forkopimda Tulangbawang serta sejumlah pejabat setempat lainnya.
Asisten II Anthoni yang mewakili Bupati saat sambutannya mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung atas pelaksanaan kegiatan hari ini.
Ia berharap melalui Konferkab, pengurus dan anggota PWI Kabupaten Tulangbawang dapat melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, merumuskan langkah-langkah penguatan kelembagaan, menyusun program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk masa bakti yang akan datang.
“Kami berharap PWI dapat terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan Kabupaten Tulangbawang. Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh keterbukaan informasi, partisipasi masyarakat, serta pengawasan publik,” tuturnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang harmonis, terbuka, dan profesional dengan seluruh insan pers.
“Kami percaya bahwa sinergi yang baik antara pemerintah dan media akan memberikan dampak positif bagi terwujudnya Tulangbawang sebagai Kabupaten Udang Manis,” paparnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi adalah hal yang wajar. Namun ia berharap perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan.
“Siapapun yang nantinya dipercaya memimpin PWI Kabupaten Tulangbawang merupakan pilihan terbaik anggota dan harus mendapat dukungan dari seluruh elemen organisasi,” tututpnya.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa Konferkab IX juga menandai usia organisasi PWI Tulangbawang yang telah mencapai 24 tahun lamanya.
Maka dari itu, di usia yang 24 tahun ini PWI harus menjadi contoh bagi organisasi pers di Tulangbawang. Apalagi mengingat PWI sudah dibekali AD/ART, kode perilaku dan kode etik wartawan sebagai pedoman dalam berorganisasi.
“Konferkab ini juga merupakan forum tertinggi organisasi yang tidak hanya memilih seorang pemimpin (ketua PWI), tetapi juga merumuskan program kerja yang menjadi mandat bagi kepengurusan periode yang akan datang,” tandasnya. (Can)

