Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Lampung Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIX

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Dr. Drs. Samsudin S.H.,M.H.,MPd., membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XIX Tahun 2024 di Gedung Pusiban, Senin (24/6/2024).

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II adalah pelatihan struktural kepemimpinan pratama yang diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau yang telah memenuhi persyaratan dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi Peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial JPT Pratama dan dilaksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung dan akan dilaksanakan mulai dari 24 Juni 2024 – 25 Oktober 2024.

“Saya melihat Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini saya teringat saat 2018 yang lalu saya mengikuti PKN Tingkat I, ada teman saya juga disini bersama-sama satu kelas, suka duka bersama-sama, yang memang sangat mendalam saat kita harus berkejar-kejaran untuk melaksanakan karya akhir berupa proyek perubahan,” demikian disampaikan Pj Gubernur Lampung saat mengawali sambutannya dihadapan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.

Samsudin mengatakan bahwa Proyek Perubahan yang dibuat akan menjadi sebuah karya penting bagi para peserta PKN.

“Kami harapkan para widya Iswara, LAN dan BPSDM untuk bisa membimbing betul, sehingga proyek perubahan ini betul-betul bermanfaat dan menjadikan proyek perubahan yang diaplikasikan,” pesannya.

Lebih lanjut Samsudin mengungkapkan pengalamannya dalam memyusun Karya akhir proyek perubahan PKN I yang dapat diaplikasikan dengan menyusun gagasan terkait dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sebelumnya dilaksanakan 4 tahun sekali menjadi 2 tahun sekali dan sekaligus dilaksanakan di dua Provinsi dalam setiap 2 tahunnya.

“Alhamdulillah sampai lulus PKN sekarang mulai tahun ini dilaksanakan PON 2 tahun sekali dan dilaksanakan di dua Provinsi, itu yang dimaksud dengan sebuah proper (proyek perubahan) yang aplikatif,” ungkapnya.

Selanjutnya Samsudin mengatakan bahwa pendidikan dalam pelatihan ini untuk mewujudkan Good Governance untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan publik melalui pemanfaatan kearifan lokal sebagaimana tema yang diusung yaitu : Pemanfaatan kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan.

Pj. Gubernur Lampung berharap agar kearifan lokal ini betul-betul bisa dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan untuk memperbaiki pengentasan kemiskinan khususnya di Provinsi Lampung dan peserta lain di luar Provinsi Lampung.

“Dalam setiap kesempatan saya selalu menyampaikan bahwa kehadiran saya disini sebagai Pj Gubernur bukan hanya sebagai kepala pemerintahan di Provinsi Lampung, Saya sudah menyatakan diri sebagai agent untuk mempromosikan apa yang ada di Provinsi Lampung ini,” ucapnya.

“Saya ingin apa yang dilakukan, apa yang diproduksi, apa yang dikaryakan oleh warga Provinsi Lampung betul-betul dikenal oleh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara, Dr. Basseng M.Ed mewakili Plt. Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Pj Gubernur Lampung beserta jajarannya yang telah berkoordinasi, bersinergi dan berkolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara.

“Pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur dan jajarannya yang selama ini telah berkoordinasi, bersinergi dan berkolaborasi dengan LAN untuk menyelenggarakan PKN Tingkat II ini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Lampung Yurnalis dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta pelatihan yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XIX Tahun 2024 ini berjumlah 58 orang dengan rincian : 12 orang dari Provinsi Lampung, 33 orang dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, 7 orang dari Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, 5 orang dari Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan dan 1 orang dari Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIX kepada 2 orang perwakilan peserta mewakili Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan oleh Pj Gubernur Lampung. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.

Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.

Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.

Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.

Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.

Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.

Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.

Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.

Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.

Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.

Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.

Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading