Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Lampung Pimpin Apel Perdana Dilingkungan Pemprov Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin instruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dapat mempertahankan prestasi sebagai 5 Besar Nasional pada 7 komoditas unggul perkebunan di Provinsi Lampung, yakni lada, kopi, kakao, karet, kelapa, kelapa sawit dan tebu.

“Lampung ini dikenal sebagai Provinsi terkait dengan perkebunannya, untuk itu saya berharap bahwa peran dan kontribusi subsektor perkebunan ini, yang sudah menunjukkan hasil yang positif dapat mendukung pembangunan,” ucap Pj. Gubernur.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Gubernur Lampung Samsudin saat menjadi Pembina Apel pada Apel perdananya sebagai Pj. Gubernur Lampung. Apel digelar di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Senin (24/06/2024).

Adapun menurut Pj. Gubernur, kontribusi sub sektor perkebunan berperan langsung terhadap pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, perolehan devisa negara melalui kegiatan ekspor hasil perkebunan dan menjaga kelangsungan program ketahanan pangan nasional.

Kemudian selain itu, Pj. Gubernur juga mengatakan bahwa ke depan Provinsi Lampung akan menghadapi perhelatan besar yaitu Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati.

Untuk itu Pj. Gubernur mengingatkan, bahwa Peran Aparatur Sipil Negara sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa kedudukan seorang Pegawai ASN, yaitu harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

“Netralitas ASN merupakan pondasi utama dalam menjaga integritas dan keadilan dalam demokrasi kita. Kita harus senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya, menjaga agar ASN tidak terlibat dalam politik praktis, dan tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta integritas sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

“Marilah kita disiplin untuk terus bekerja dengan baik, disiplin untuk mentaati segala peraturan yang mengatur kinerja, kita harus menjunjung tinggi disiplin, bukan hanya tentang kepatuhan terhadap peraturan semata namun juga tentang komitmen, dan tanggung jawab, kedisiplinan kita mencerminkan kualitas pelayanan kita yang harus kita berikan kepada masyarakat, kita ini adalah pelayan masyarakat maka sudah selayaknya pada saat masyarakat membutuhkan kita hadir terdepan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.

Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.

Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.

Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.

Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.

Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.

Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.

Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.

Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.

Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.

Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.

Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading