Lampung Selatan
Way Panji Fair 2024 Resmi Dibuka, Bupati Nanang: Momen Bangkitkan Perekonomian Masyarakat
Alteripost Way Panji – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto membuka secara resmi gelaran Way Panji Fair 2024, di Lapangan Bali Sidoagung, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Rabu malam (31/7/2024).
Dikesempatan tersebut, Nanang Ermanto mengatakan, melalui Way Panji Fair 2024 diharapkan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Way Panji.
“Saya harap tujuan dari kegiatan ini akan tercapai, yaitu untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi desa melalui transaksi-transaksi produk UMKM yang tersaji di event ini,” kata Nanang.
Nanang juga meminta, kepada camat dan kepala desa di Kecamatan Way Panji untuk memberikan perhatian kepada para peternak agar dapat lebih mengembangkan populasi hewan ternaknya.
“Dibantu untuk mengembangkan populasi hewan ternaknya. Ini yang saya maksud keunggulan kompetitif, keunggulan yang mampu bersaing dengan kompetitor dari daerah lain. Selain itu, kembangkan potensi yang ada disetiap desa, seperti potensi pariwisata dan UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Way Panji, Luthfi Marthadinata menyampaikan, melalui event Way Panji Fair 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk-produk dan potensi yang ada di Kecamatan Way Panji.
“Harapannya akan ada dampak positif terhadap perekonomian yang ada di Kecamatan Way Panji. Saya juga berharap akan terjadi peningkatan pendapatan untuk para pelaku UMKM,” ujar Lutfi.
Diketahui, Way Panji Fair 2024 tersebut akan dilaksanakan selama enam hari, yaitu mulai dari tanggal 29 Juli hingga 3 Agustus 2024.(*)
Lampung Selatan
Program Rumah Subsidi di Lampung Selatan Tawarkan Cicilan Hingga 40 Tahun
Alteripost Jati Agung – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.
Kegiatan dipusatkan pada acara Kredit Program Perumahan (KPP) bertajuk Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.
Program itu menekankan kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan berbagai lembaga seperti Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya. Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun serta skema cicilan yang lebih ringan.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan rakyat sebagai bagian dari pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk mempersiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.
Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah layak huni. Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.
“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang menjadi 40 tahun sehingga cicilan masyarakat menjadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR di Lampung juga sudah digratiskan,” katanya.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah akibat tingginya cicilan dan biaya administrasi.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan tersebut dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.
Ia juga berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat mempercepat pemerataan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan. (*)

