Lampung Selatan
Klarifikasi Berita Perselingkuhan, Kadis Kominfo Lamsel: Hoaks dan Fitnah
Alteripost Kalianda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, S.Sos., M.M., angkat bicara terkait pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan tuduhan perselingkuhan.
Kepada wartawan, Anasrullah menegaskan kabar yang menyatakan dirinya selingkuh merupakan berita bohong atau haoks dan fitnah yang sangat merugikan nama baiknya.
“Saya sudah melakukan klarifikasi ini, karena pemberitaan yang beredar sudah sangat merugikan. Jika dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi bola liar yang merugikan banyak pihak,” kata Anasrullah saat melakukan klarifikasi dengan wartawan, Selasa (5/11/2024).
Anasrullah menjelaskan, bahwa tuduhan yang disebarluaskan oleh media online tertentu, tidak memiliki dasar yang jelas dan hanya spekulasi yang sangat jauh dari kenyataan.
“Setelah saya tanya langsung kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, mereka semua membantah tuduhan tersebut. Yang ada hanya hubungan pertemanan biasa, tidak lebih dari itu,” tegas Anasrullah.
Dirinya juga mengingatkan, bahwa pemberitaan yang tidak berdasarkan fakta dan kebenaran dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu maupun instansi terkait.
“Ini sangat tidak mendasar, saya tegaskan pemberitaan tersebut adalah fitnah yang merugikan. Kenapa baru saya jawab sekarang? Karena saya ingin membersihkan nama baik saya dan memastikan masyarakat tahu bahwa berita itu sama sekali tidak benar,” tukasnya.
Anasrullah juga berharap, agar pemberitaan semacam itu tidak berlarut-larut dan dapat dihentikan. Karena selain mencemarkan nama baik, juga berdampak buruk bagi pihak-pihak yang tidak terlibat dalam masalah tersebut. Dia pun menegaskan, bahwa kedepannya akan menempuh jalur hukum jika pemberitaan serupa masih terus berlanjut. (*)
Lampung Selatan
Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Mobilitas dan Ekonomi Warga Lampung Selatan Kian Lancar
Alteripost Merbau Mataram – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV yang menghubungkan Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dioperasikan.
Kehadiran jembatan tersebut langsung memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengandalkan akses penyeberangan sederhana dan berisiko.
Peresmian dilakukan secara serentak bersama syukuran pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di wilayah Kodam XXI/Radin Inten yang dipusatkan di Kelurahan Taba Penanjung, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Rabu (24/6/2026).
Di Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan peresmian berlangsung di Desa Neglasari dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Merbau Mataram, Camat Katibung, Kepala Desa Neglasari, serta Kepala Desa Talang Jawa.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual melalui Zoom Meeting, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda dibiayai sepenuhnya melalui anggaran Pemerintah Pusat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata perhatian Presiden untuk mensejahterakan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Kristomei.
Ia menambahkan, jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Manfaat pembangunan jembatan itu pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya Markamah (71), warga Desa Talang Jawa, yang mengaku terharu dengan hadirnya jembatan permanen tersebut.
Selama puluhan tahun, Markamah harus melintasi jembatan bambu untuk mengunjungi rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Kondisi tersebut sering kali membuat dirinya merasa khawatir karena faktor keamanan.
“Dulu saya takut sekali menyeberang ke rumah anak saya di seberang. Sekarang sudah ada jembatan yang kokoh, saya jadi lebih tenang. Saya juga berterima kasih kepada Bupati Radityo Egi Pratama yang telah memberikan bantuan perbaikan rumah untuk saya,” ungkapnya.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Merbau Mataram.
Rangkaian kegiatan peresmian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga penerima manfaat sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. (*)

