Lampung
Pj. Gubernur Samsudin Buka Orientasi P3K Angkatan V dan VI di Lingkungan Pemprov Lampung
Alteripost Lampung Selatan – Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Angkatan V dan VI di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2024, di Aula Gunung Krakatau BPSDM Provinsi Lampung, Lampung Selatan, Senin (11/11/2024).
“Selamat mengikuti Orientasi PPPK di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Ikutilah kegiatan dengan tertib dan sesuai arahan, kerjakan setiap tugas, ikuti pembelajaran pendidikan dengan baik, resapi dan aplikasikan ditempat kerja kita masing-masing,” pesan Pj. Gubernur Samsudin saat membuka kegiatan Orientasi PPPK tersebut.
Samsudin mengajak seluruh peserta orientasi untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
“PPPK adalah status terhormat yang diberikan kepada kalian semua. Ini tentu harus disyukuri. Jangan hanya melihat keatas tetapi bersyukurlah dengan melihat kebawah, masih banyak yang belum memiliki nasib baik seperti kita,” ujar Pj. Gubernur Samsudin.
Samsudin mengingatkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penekanan dan pesan penting agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Apabila lambat, tidak bisa menyesuaikan, tidak siap cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Presiden Prabowo telah mengintruksikan untuk mengganti (pecat) orang itu, karena masih banyak di Negara ini yang mau menjadi ASN dan PPPK. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Pj. Gubernur Samsudin.
Orientasi terhadap pelayanan, jelas Pj. Gubernur Samsudin merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Hal itu meliputi pertama, memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kedua, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan; dan ketiga melakukan perbaikan tiada henti.
Profesionalitas menjadi salah satu kunci keberhasilan ASN dalam pelaksanaan fungsinya sebagai pelayan publik. Profesionalitas merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap individu dari ASN. Profesionalitas ASN juga memuat dimensi kinerja dan disiplin pegawai ASN dalam melaksanakan tugas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Provinsi Lampung, Yurnalis melaporkan bahwa pelaksanaan Orientasi ini berlangsung pada 11-15 November 2024.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan orientasi ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai, tugas, dan fungsi Aparatur Sipil Negara kepada PPPK serta mengembangkan dedikasi dan komitmen yang kuat dari PPPK dalam rangka mengembangkan kompetensi.
Adapun materi orientasi meliputi Pengarahan Program; Dinamika Kelompok; Membangun Budaya Inovasi; Pengenalan Susunan Organisasi Tata Kerja; Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia; Pengenalan Manajemen Kinerja Organisasi; Akuntabilitas, Integritas dan Anti Korupsi; Pengenalan Jabatan; Isu Aktual (Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan, Lingkungan Hidup, Etika Pemerintahan dan Digitalisasi Pemerintahan); Etika Kerja dan Profesionalisme ASN; Komitmen Mutu dalam Service Excelent; Penerapan Fungsi dan Tugas ASN di Tempat Kerja.
Yurnalis melaporkan bahwa Peserta Orientasi untuk Angkatan V dan VI masing-masing berjumlah 40 orang yang seluruhnya berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung. Untuk Angkatan V, Laki-Laki berjumlah 14 orang dan Perempuan berjumlah 26 orang; Dan untuk Angkatan VI, Laki-Laki berjumlah 23 orang dan Perempuan 17 orang.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

