Lampung
Dekranasda Lampung Hadirkan Nuansa Budaya di Bazar Amal Tahunan WIC Jakarta
Alteripost Jakarta – Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Maidawati Retnoningsih Samsudin, mendampingi Ibu Wakil Presiden Selvi Gibran Rakabuming Raka dalam pembukaan Bazar Amal Tahunan ke-55 Women’s International Club (WIC) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (13/11/2024).
Tahun ini, Provinsi Lampung menjadi ikon utama di acara Bazar Amal Tahunan yang juga dihadiri Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin.
Keterlibatan Lampung sebagai ikon utama dalam acara bergengsi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempromosikan produk kerajinan lokal dan memperkenalkan kebudayaan Lampung di tingkat nasional maupun internasional.
Nuansa Lampung sukses menghiasi pembukaan WIC, mulai dari gate utama yang dihias dengan dekorasi nuansa Lampung. Stall Lampung menampilkan kain-kain tenun Lampung, makanan khas daerah dan souvenir kerajinan khas Lampung, sekaligus mempromosikan pariwisatanya.
Acara ini diikuti oleh sekitar 42 stan perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara, 225 stan bisnis, 29 stan kuliner, serta tiga stan amal dan merchandise WIC. Bazar Amal WIC tak hanya menampilkan produk dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat jalinan persahabatan antarnegara melalui seni dan budaya.
Dalam sambutannya, Ibu Selvi Gibran Rakabuming mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat, khususnya Provinsi Lampung yang telah berperan penting dalam acara ini.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur Lampung dan seluruh timnya atas dukungannya di Bazar Amal tahun ini,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa bazar ini memiliki dampak sosial besar, karena hasilnya akan disalurkan untuk membantu kelompok rentan seperti yatim piatu, lansia, dan masyarakat kurang mampu.
Selain itu, Ibu Selvi mengharapkan kegiatan amal WIC ini dapat terus berkembang untuk mendukung kelompok rentan lainnya, seperti wanita disabilitas, korban kekerasan, dan kepala keluarga perempuan.
“Harapan saya, WIC dapat terus memperluas cakupan bantuan sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutupnya.
Bazar Amal Tahunan WIC berlangsung hingga 14 November 2024, pukul 09.00-20.00 WIB. Acara ini tidak hanya sekadar bazar, tetapi juga menjadi wadah bertemunya perempuan dari berbagai negara untuk saling bertukar ide dan memperluas wawasan tentang budaya.
Pj. Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Maidawati Retnoningsih mengatakan bahwa melalui even WIC menjadi momentum bagi Provinsi Lampung untuk semakin dikenal banyak orang. Sehingga, kedepannya akan semakin banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang akan tertarik dan datang mengunjungi Provinsi Lampung.
Sementara Ketua Umum WIC Jakarta, Nazneen Khubchandani, berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kesuksesan acara ini. Ia menjelaskan bahwa seluruh hasil penjualan dari bazar ini akan digunakan untuk mendukung program sosial WIC, termasuk bantuan rutin untuk panti asuhan, rumah lansia, serta program beasiswa untuk mahasiswa universitas negeri.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

