Lampung
Pj. Sekdaprov Fredy Apresiasi Peran DWP Dalam Memperkokoh Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan
Alteripost Bandar Lampung – Perayaan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-25 DWP Tahun 2024 di Provinsi Lampung berlangsung meriah.
Perayaan dilaksanakan di Balai Keratun Lt. 3, Komplek Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Rabu (11/12/2024).
Selain diisi dengan penampilan Tari Sembah dari anak-anak TK DWP Provinsi Lampung dan penampilan Tari Sajojo persembahan anak-anak TK Pertiwi Bandarlampung juga penampilan dari ibu-ibu DWP Provinsi Lampung, Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Tengah.
Dalam acara ini juga dilakukan pemberian beasiswa bagi putra putri anak ASN.
Perayaan HUT DWP dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fredy bersama Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Maidawati Retnoningsih Samsudin dan Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Siti Fatimah Fredy.
Pada kesempatan itu, Pj. Sekdaprov Fredy mengapresiasi DWP Provinsi Lampung yang telah menunjukkan peran strategisnya dalam memperkokoh ketahanan keluarga dan memberdayakan perempuan.
Menurutnya, DWP turut berkontribusi pada berbagai aspek pembangunan sosial dan ekonomi.
“Berkat kerja keras dan komitmen yang tulus, DWP telah berhasil menjadi organisasi yang sangat berpengaruh dalam mendukung pembangunan di Provinsi Lampung,” ujar Fredy.
HUT ke-25 DWP Tahun 2024 ini mengusung tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”.
“DWP Provinsi Lampung sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya dalam mempersiapkan generasi emas 2045,” katanya
Fredy menuturkan DWP sendiri telah membantu didalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, memberikan akses lebih baik bagi perempuan, serta berperan aktif dalam memperkuat ikatan sosial di masyarakat.
Dia menyebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, DWP Provinsi Lampung diharapkan dapat terus memperluas jangkauan kegiatannya.
“Kerjasama yang terjalin dengan baik antara pemerintah dan organisasi ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Fredy mendorong DWP Provinsi Lampung terus berperan aktif dalam membantu menyosialisasikan dan melaksanakan berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif di masyarakat.
“Mari bersama mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, serta memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Maidawati Retnoningsih Samsudin mengajak anggota DWP untuk terus berkarya dan menjadi bagian dari mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kita berkarya 25 tahun, semoga sukses dan semakin berjaya,” ujar Ibu Maidawati yang juga Pj. Penasihat DWP Provinsi Lampung.
Ketua DWP Provinsi Lampung Siti Fatimah Fredy mengatakan tema HUT DWP tahun ini menjadi komitmen untuk terus memperkokoh pondasi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, untuk mencapai visi besar Indonesia Emas 2045, sebuah negara yang maju, sejahtera dan berdaya saing global, perlu memastikan organisasi yang kuat dan adaptif.
“DWP harus menjadi organisasi yang dinamis, yang dapat merangkul perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Fatimah.
Fatimah menjelaskan pihaknya siap bertransformasi dalam peningkatan kualitas SDM, pengembangan program yang relevan, serta memperkuat peran DWP dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan pemberdayaan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
“DWP akan terus berusaha membangun kapasitas perempuan Indonesia, terutama anggota dan keluarga besar ASN, agar semakin berdaya dan berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan,” katanya.
Dia mengajak DWP untuk menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam Indonesia Emas 2045.
“Saya mengajak kita semua untuk melangkah bersama, dengan semangat transformasi, agar DWP menjadi organisasi yang semakin kokoh, responsive, dan inovatif. Dengan upaya Bersama, Insya Allah kita bisa mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, dimana masyarakatnya sejahtera, berdaya saing tinggi, dan berkeadilan,” katanya.
Hadir pada acara ini, para Ketua dan Pengurus DWP Provinsi, Kabupaten/Kota, pengurus Organisasi Wanita Forkopimda Provinsi Lampung, dan Organisasi Wanita lainnya.(*)
Lampung
Gubernur Mirza dan Bupati Egi Apresiasi Inovasi Pakan Mandiri Pembudidaya Ikan
Alteripost Lampung Selatan – Pemanfaatan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan secara mandiri menjadi salah satu upaya meningkatkan keuntungan dan kemandirian pembudidaya ikan di Lampung. Inovasi yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inovasi tersebut saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemauan pembudidaya untuk mengembangkan usaha menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Gubernur menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan. Kondisi ini turut memengaruhi tingkat keuntungan usaha budidaya perikanan, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.
Padahal, berbagai bahan baku untuk pembuatan pakan tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan sekaligus menekan pengeluaran usaha.
“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Gubernur.
Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.
Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan harga pokok produksi pembesaran ikan patin dan meningkatkan margin keuntungan pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, panen dapat mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.
Gubernur menegaskan, praktik budidaya yang efisien dan berbasis potensi lokal tersebut perlu diperluas agar semakin banyak pembudidaya memperoleh manfaat serupa. Ia secara khusus meminta Pokdakan Jaya Mandiri Lestari bersama dinas terkait menjadikan lokasi budidaya tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.
“Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan sendiri,” instruksi Gubernur.
Selain memperkuat efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong perluasan akses pasar agar hasil budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Gubernur, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka jalur kemitraan yang memungkinkan pembudidaya lokal memasarkan hasil produksinya secara lebih luas.
“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke dapur,” tambahnya.
Gubernur menilai, penguatan produksi dari hulu dan perluasan pasar di hilir perlu berjalan beriringan. Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan akses pemasaran yang semakin terbuka, usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendampingi pengembangan sektor perikanan di Lampung, termasuk melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi perkembangan usaha budidaya ikan yang dijalankan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Bupati Egi menyebut usaha budidaya ikan yang dirintis masyarakat sejak 2019 menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Bupati Egi.
Ia juga mendorong pembudidaya untuk mengembangkan hilirisasi produk perikanan agar tidak hanya menjual ikan dalam kondisi segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Bupati Egi mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten memberikan manfaat bagi petani serta pembudidaya ikan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
“Terima kasih atas terbangunnya jalan provinsi dan jalan kabupaten yang dulunya jalan jalur dua Kota Baru sempat vakum. Alhamdulillah setelah ada gubernur baru dan bupati baru bisa terlaksana dengan lancar. Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati,” ujar Sariman.
Sariman juga menjelaskan, pembinaan yang diberikan kepada anggota kelompok membantu meningkatkan kemampuan pembudidaya, termasuk anggota yang baru memulai usaha. Pokdakan Jaya Mandiri Lestari saat ini beranggotakan 10 orang.
Salah satu anggota yang masih pemula mampu membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan dan menghasilkan sekitar 2,3 ton ikan saat panen.
Selain mengembangkan usaha produktif, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari turut menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan upaya penanganan stunting.
Melalui pengembangan inovasi pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)

