Connect with us

Ruwajurai

Patroli Ditpolairud Polda Lampung Amankan Aktivitas Wisata di Libur Akhir Tahun

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Lampung menggelar patroli gabungan pada Minggu (29/12/2024), untuk memastikan keamanan aktivitas masyarakat di beberapa lokasi wisata di Provinsi Lampung.

Patroli yang melibatkan unsur darat, laut, dan udara ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan pengunjung selama liburan akhir tahun.

Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan, Direktur Polairud Polda Lampung, menjelaskan bahwa patroli dilakukan di berbagai lokasi wisata, termasuk Pantai Mutun, Pasir Putih, tempat pelelangan ikan, serta sepanjang Jalan Arteri yang mengarah ke area wisata.

“Kita tadi melakukan patroli darat, laut, dan udara untuk memantau aktivitas masyarakat di beberapa tempat wisata. Hasil patroli kami menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di beberapa lokasi sudah cukup ramai, namun situasi tetap aman dan terkendali,” ujar Kombes Boby.

Lebih lanjut, Kombes Boby menambahkan bahwa patroli udara dengan menggunakan helikopter juga menunjukkan situasi yang kondusif di beberapa lokasi wisata.

Selain itu, arus lalu lintas di jalan arteri menuju tempat wisata terpantau normal, tanpa ada kepadatan yang signifikan.

Untuk memastikan keamanan di perairan, Dirpolairud Polda Lampung mengerahkan 11 kapal patroli untuk mengawasi aktivitas laut, seperti berenang dan bermain jet ski.

“Kami juga menempatkan 125 personil yang tersebar di berbagai titik wisata untuk menjaga situasi tetap aman,” jelasnya.

Patroli ini menunjukkan kesiapan Polda Lampung dalam mengamankan kawasan wisata selama libur panjang dan memastikan keselamatan masyarakat yang berlibur di berbagai tempat di Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading