Connect with us

Ruwajurai

Taring – IWO Kolaborasi Berbagi Nasi Kotak dan Beras di Bawah JPO Siger Milenial

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) berkolaborasi dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung, membagikan ratusan nasi kotak dan beras kepada masyarakat yang membutuhkan, Jumat (14/2/2025).

Pembagian dilakukan tepat di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial atau di pertigaan jalan Pangeran Diponegoro – Hasanudin – Dokter Susilo, itu disambut antuasias warga Kota Tapis Berseri.

Warga tampak antre di bawah JPO Siger Milenial untuk mendapatkan bantuan dari dua organisasi pers terkemuka di Lampung itu. Terlebih, JPO itu juga baru saja diresmikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Forkopimda.

Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Taring Lampung, Harry Pandapotan Silaban, mengatakan membagikan makanan siap saji dan beras kepada masyarakat merupakan program rutin Taring Lampung pada Jumat setiap pekannya.

Namun, kata pria lulusan Sarjana Hukum dari salah satu perguruan tinggi terkenal di Lampung itu, pembagian kali terasa istimewa. Pasalnya tidak hanya dihadiri pengurus Taring Lampung, melainkan pengurus dari IWO Lampung.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan siapapun dalam kegiatan Jumat berkah ini. Kali ini kami bersama IWO Lampung di bawah pimpinan Saudara Edi Arsadat,” ujar Harry yang didampingi Bidang Sumber Daya Manusia Novis Pawarman.

Adapun sasaran penerima bantuan, kata dia, para pengemudi jasa aplikasi daring, lansia, juru pakir, pencari barang bekas, petugas kebersihan, serta masyarakat Kota Bandar Lampung yang membutuhkan.

“Semoga saja bantuan yang berikan bermanfaat bagi masyarakat Bandar Lampung. Kegiatan ini juga bagian dari mendukung program Wali Kota Bandar Lampung Bunda Eva Dwiana yang untuk menyejahterakan rakyat,” tutur dia.

Sementara itu Ketua OKK IWO Lampung, Marliadi, terharu dibaluri kegembiraan karena pihaknya bisa berkolaborasi dengan sesama insan pers dari luar organisasinya untuk melaksanakan kegiatan Jumat berbagi di Kota Bandar Lampung.

Ia berjanji akan meneruskan program tersebut demi membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami hari ini sangat senang bisa berbagi dengan Taring Lampung yang orang-orangnya merupakan kawan lama di organisasi,” kata dia didampingi Ketua PD IWO Lampung Selatan Yudi Pratama itu. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading