Pesisir Barat
Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Resmikan Safari Ramadhan
Alteripost Pesisir Barat – Bupati Pesisir Barat (Pesibar) Dedi Irawan membuka kegiatan safari ramadhan di Masjid Al-ikhlas Pekon Labuhan Mandi Kecamatan Way Krui, Kamis (13/3/2025).
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Dian Hardiyanti Dedi, S.ST.,M.M., Ketua I TP-PKK, Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, Eliza Wati Zadmiko, penceramah, Ust. Masmuzi, para perwakilan Organisasi Prangkat Daerah (OPD), Forkopimda, Camat dan Peratin se-Way Krui, dan majlis taklim setempat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati, Dedi Irawan menyampaikan bahwa sebagai masyarakat muslim patut bersyukur dikarenakan masih dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Mengingat begitu banyak keutamaan dan kemuliaan di bulan yang istimewa itu, mulai dari pahala yang akan dilipat gandakan di sisi Allah SWT dan setiap insan diberi kesempatan untuk kembali suci dan bersih dari segala dosa. “Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan puasa dengan penuh keikhlasan dan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT,” tutur Bupati, Dedi Irawan.
Bupati, Dedi Irawan juga mengatakan, melalui kegiatan Safari Ramadhan kali ini merupakan salah satu bentuk sikap dan peran Pemkab Pesibar dalam membangun tali silaturrahmi antara sesama muslim, khususnya pemerintah dan masyarakat Pesibar. “Kegiatan safari ramadhan secara fungsional diharapkan akan menjadi salah satu perekat atau ukhuwah antara pemerintah selaku umara dengan ulama dan masyarakat. Secara substansi kegiatan ini juga merupakan wadah komunikasi melalui penyampaian pesan-pesan agama lewat tausiyah para da’i yang diutus sekaligus penyampaian dan arahan pemerintah daerah kepada masyarakat melalui tim safarai yang ditunjuk di masing-masing masjid yang dikunjungi,” papar Bupati, Dedi Irawan.
Bupati, Dedi Irawan melanjutkan, selama berlangsungnya kegiatan Safari Ramadhan, Pemkab Pesibar menyalurkan bantuan kepada 11 masjid yang tersebar di 11 kecamatan di Pesibar. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan semangat beribadah di masjid dan masjid-masjid lebih makmur dengan berbagai aktifitas dakwah di dalamnya. “Selain itu juga dilaksanakan pemberian bantuan sosial untuk marbot sebanyak 154 orang di 11 kecamatan, mudah- mudahan dapat meningkatkan kesejahteraan marbot,” harap Bupati, Dedi Irawan.
Bupati, Dedi Irawan menandaskan, kegiatan Safari Ramadhan merupakan wujud komitmen Pemkab Pesibar selalu hadir di tengah masyarakat dan selalu menjaga komitmen pemerintah daerah untuk selalu menjalin ukhuwah diantara umara, ulama, dan masyarakat. “Pemkab Pesibar juga mengajak pihak TNI-Polri, tim medis, beserta unsur aparat keamanan lainnya dan seluruh lapisan masyarakat agar dapat saling bekerjasama menjaga lingkungan, menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif selama berlangsungnya ban suci Ramadhan, sehingga umat Islam khususnya di Pesibar dapat melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk dan tawadhu,” tukas Bupati, Dedi Irawan.(*)
Ekonomi dan Bisnis
Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat
Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.
Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru
Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.
Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen
Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.
Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

