Lampung Selatan
Arus Mudik ke Lampung Selatan Terpantau Lancar, Bupati Ikuti Pemantauan Virtual
Alteripost Kalianda – Kondisi arus mudik dari Pulau Jawa menuju Kabupaten Lampung Selatan terpantau aman dan lancar, Minggu, 30 Maret 2025.
Hal itu diketahui saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti pemantauan dan monitoring situasi Kamtibmas bersama Kapolri dan Panglima TNI secara virtual melalui Zoom Meeting, dari Aula GWL Polres Lampung Selatan, Minggu malam (30/3/2025).
Turut hadir Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dan jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam dialog dengan Bupati Egi, AKBP Yusriandi Yusrin menyampaikan, jika arus datang pemudik di Lampung Selatan tidak mengalami penumpukan kendaraan yang tinggi seperti tahun lalu.
“Alhamdulillah, arus mudik terbilang lancar. Hal ini karena arus mudik sudah mulai sejak 21 maret lalu. Jadi, sudah terurai dan tidak mengalami pemadatan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, faktor lain dari lancarnya arus mudik ini disebabkan karena adanya penambahan pelabuhan untuk memaksimalkan pelayanan.
“Jadi, ini hasil evaluasi tahun lalu. Pola yang kita terapkan juga hampir sama,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Egi turut mengapresiasi atas upaya dan kerja sama dari seluruh jajaran terkait.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi luar biasa antara pemerintah kabupaten dan jajaran Forkompinda dalam memberikan pelayanan baik bagi masyarakat selama libur lebaran ini.
“Alhamdulillah, kondisi jalanan juga tidak terlalu padat seperti tahun lalu. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang luar biasa antarpemerintah daerah,” ujar Egi. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

