Connect with us

Lampung

Usai Lebaran, Gubernur Mirza Dorong ASN Lampung Refleksi dan Tingkatkan Kinerja

Published

on

Alteripost Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap etos kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkat pasca menjalankan ibadah puasa dan Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam Acara Halal Bihalal Idul Fitri 1446 H Pemerintah Provinsi Lampung, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Rabu (9/4/2025).

Mirza mengajak seluruh ASN untuk merefleksikan esensi peningkatan kualitas diri pasca Ramadan sebagai modal utama dalam melayani masyarakat. Ia menyoroti pentingnya konsistensi dalam beribadah dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama bulan suci sebagai landasan etos kerja yang lebih baik.

Gubernur Mirza juga menyoroti potensi ekonomi Lampung yang besar dengan perputaran uang mencapai Rp4,5 triliun selama Ramadan dan Idul Fitri. Untuk itu, peran Pemprov Lampung menjadi krusial dalam menggerakkan roda ekonomi agar berpihak pada masyarakat.

“Tugas pemerintah adalah menggerakkan bagaimana perputaran ekonomi ini berpihak kepada masyarakat Lampung, bagaimana kebijakan-kebijakan ke depan berpihak pada keuntungan pertumbuhan ekonomi kita, berpihak kepada anak-anak Bapak Ibu sekalian,” ujar Gubernur Mirza.

“Provinsi Lampung memiliki potensi yang luar biasa. Namun, potensi ini tidak akan maksimal tanpa adanya ASN yang berkualitas, profesional, dan memiliki integritas tinggi,” ujarnya.

Gubernur Mirza menganalogikan Provinsi Lampung sebagai kapal besar dengan ASN sebagai anak buah kapal (ABK). Setiap ASN memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan, kecepatan, dan arah kapal agar dapat berlayar menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa tugas utama ASN adalah melayani masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat hanya dapat diraih dengan mengikuti ajaran agama secara sempurna, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia mengapresiasi kedisiplinan para ASN selama bulan Ramadan, dimana banyak yang meningkatkan ibadah shalat, membaca Al-Quran dan bahkan mengkhatamkannya berkali-kali.

“Saya sangat bangga mendengar banyak ASN yang mampu mengkhatamkan Al-Quran beberapa kali selama Ramadan. Ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas diri dan kerohanian,” ujar Gubernur.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Mirza bahkan memberikan hadiah umroh kepada ASN yang berhasil mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 4-6 kali.

Gubernur Mirza juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga dan seluruh jajaran pemerintah. Ia berharap ibadah puasa yang telah dijalankan selama Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT.

“Ramadan telah melatih kita untuk menjadi diri yang lebih baik, lebih taat, dan lebih disiplin. Perubahan positif ini harus terus dipertahankan dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum halal bihalal sebagai penguatan komitmen dalam membangun Provinsi Lampung dengan cinta, karya, persaudaraan, dan ketulusan hati. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda Lampung atas kelancaran arus mudik dan balik di Lampung.

“Saya yakin, Provinsi Lampung akan lebih baik, syaratnya ABK-nya tetap kompak, semangat, disiplin, profesionalisme, dan integritas,” ujarnya.

“Mari kita jadikan halalbihalal ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun Lampung dengan cinta, karya, persaudaraan, dan ketulusan hati,” tambahnya. (*(

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading