Lampung Selatan
Suasana Haru dan Gembira Warnai Pelepasan Murid TK Negeri Pembina Kalianda
Alteripost Kalianda – Suasana haru dan gembira mewarnai acara Pelepasan Murid TK Negeri Pembina Kalianda Tahun Ajaran 2024/2025 yang digelar pada Rabu (4/6/2025). Acara yang berlangsung di aula sekolah setempat menjadi momen istimewa bagi para murid, guru, dan orang tua.
Kegiatan pelepasan tidak hanya diisi dengan prosesi seremonial, tetapi juga dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas dan bakat anak-anak.
Mulai dari tari tradisional, persembahan lagu-lagu, hingga penampilan permainan angklung, semua disajikan oleh para murid dengan antusias dan semangat.
Kepala TK Negeri Pembina Kalianda, Hj. Mashuri, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para murid yang telah menyelesaikan pendidikan ditingkat taman kanak-kanak.
“Insyaallah 38 anak-anak yang kami luluskan ini sudah sesuai dengan standar kelulusan nasional. Mulai dari kematangan pendidikannya maupun usianya sudah memasuki 6 tahun. Jadi sudah bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar,” kata Hj. Mashuri.
Orang tua murid yang hadir pun tampak antusias menyaksikan penampilan buah hati mereka. Banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel dan memberikan tepuk tangan meriah pada setiap penampilan.
Acara ditutup dengan persembahan lagu ‘Kini Tiba Saat Berpisah’ dari murid Kelompok B dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. (Rls)
Lampung Selatan
Program Rumah Subsidi di Lampung Selatan Tawarkan Cicilan Hingga 40 Tahun
Alteripost Jati Agung – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.
Kegiatan dipusatkan pada acara Kredit Program Perumahan (KPP) bertajuk Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.
Program itu menekankan kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan berbagai lembaga seperti Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya. Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun serta skema cicilan yang lebih ringan.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan rakyat sebagai bagian dari pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk mempersiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.
Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah layak huni. Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.
“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang menjadi 40 tahun sehingga cicilan masyarakat menjadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR di Lampung juga sudah digratiskan,” katanya.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah akibat tingginya cicilan dan biaya administrasi.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan tersebut dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.
Ia juga berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat mempercepat pemerataan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan. (*)

